batampos- Menaggapi kisruh yang terjadi antara operator Kapal Lintas Kepri dan Oceana 9, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga, Sui Hiok akhirnya angkat bicara.
Saat dikonfirmasi Senin (28/4), Sui Hiok mengatakan permasalahan antara dua operator kapal ini seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan karena antara dua kapal ini memiliki trayek yang berbeda.
"Apa sebenarnya mau dikisrushkan. 2 kapal ini mempuyai trayek yang berbeda, Kapal Lintas Kepri dari Pelabuhan Jagoh menuju Pelabuhan Sei Tenam kemudian lansung Batam. Sementara untuk Kapal Oceana 9 trayeknya dari Pancur, Senayang, Sei Tenam Tajur Biru, Benan lalu Batam," ujar Sui Hiok, Senin (28/4).
Sui Hiok mengatakan yang menjadi persoalan adalah ketika kedua kapal tersebut sama-sama singgah di Pelabuhan Sei Tenam. Namun, sebenarnya ini tidak menjadi persoalan. Siapa yang sampai pertama itu yang seharusnya didahulukan untuk mengangkut penumpang.
"Jika Kapal Oceana 9 yang masuk terlebih dahulu, maka mereka harus didahulukan. Namun jika Kapal Lintas Kepri yang masuk terlebih dahulu maka Lintas Kepri yang didahulukan," u
Pungkasnya.
Sui Hiok mengungkapkan, masyarakat yang berada di beberapa kecamatan yang ada di wilayah dapilnya merasa dianaktirikan terkait permasalahan Transportasi Laut ini.
"Jujur saja, kami dari wilayah dapil 2 lingga, yaitu Senayang, Temiang Pesisir, Katang Bidare dan Bakong Serumpung meresa dianak tirikan jika berbicara soal transportasi ini. Selama ini ada trayek yang diperuntukkan pada pulau-pulaj seperti Mensanak, Benan, Tajur Biru dan Senayang. Namun kenyataan banyak kapal yang tidak jalan dan tidak singgah," ungkapnya dengan nada kecewa.
Sui Hiok mengatakan, jika ada masyarakat yang berada di pulau-pulau tersebut dalam keadaan sakit atau ada hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pemerintah, mereka kesulitan untuk berangkat atau mesti mengeluarkan banyak biaya.
Sui Hiok menambahkan, jika Operator Kapal Oceana 9 sampai mengambil tindakan menarik Armada mereka untuk melayani transportasi laut bagi masyarakat Kabupaten Lingga hanya karena persoalan teknis seperti ini sangat tidak pantas.
"Tak mudah kita memintak Operator Kapal seperti Oceana 9 ingin mambantu masuk ke Daerah kita. Maka itu saya meminta kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga agar tegas dalam hal ini," tambahnya.
Dirinya mengaku terkejut karena beberapa hari yang lalu Kapal sempat distop di Pelabuhan Sungai Tenam akibat harus menungguh Kapal Lintas Kepri agar lewat terlebih dahulu baru oceanal 9 boleh jalan.
"Ini salah besar, Pelabuhan Sungai Tenam itu pelabuhan transit bukan pelabuhan pangkal. Kalau ada orang sakit dipulau mau dirujukkan ke Batam harus nungguh juga. Kalau kapal Lintas Kepri dari Jagoh menujuh Sungai Tenam terkendala cuaca atau rusak mesin berarti Oceana 9 juga harus menungguh dgn permasalan ini. Ini sudah tidak benar pengaturannya," tegas Sui Hiok. (*)
Editor : Tunggul Manurung