Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Transportasi Sulit, Jarak Tempuh dan Biaya Menuju Desa Terluar di Lingga Sangat Tinggi, Kades Pekajang: Kapal hanya 2 Kali Sebulan

Vatawari BP • Senin, 23 Juni 2025 | 08:00 WIB
Desa Pekajang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (21/6).
Desa Pekajang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (21/6).

 batampos– Akses ke wilayah-wilayah terluar di Kabupaten Lingga memang penuh tantangan. Diantaranya Desa Pekajang di Kecamatan Lingga dan Pulau Berhala di Kecamatan Singkep Selatan. Tak hanya jauh, biaya perjalanan ke sana juga terbilang tinggi, terutama jika harus mencarter kapal.

Untuk menuju ke Desa Pekajang, butuh waktu sekitar 8 hingga 9 jam perjalanan laut menggunakan kapal tol laut. Kapal ini hanya beroperasi dua kali dalam sebulan, dengan tarif yang relatif terjangkau, yakni Rp25.000 hingga Rp30.000 sekali jalan.

Namun, menurut Rajab, salah satu warga Desa Pekajang, jika ingin bepergian di luar jadwal tol laut, satu-satunya pilihan adalah menyewa kapal sendiri.

"Kalau charter, biayanya bisa tembus Rp4 juta sampai Rp5 juta sekali jalan," kata Rajab, Sabtu (21/6)

Hal serupa juga dialami warga Pulau Berhala yang berada di Kelurahan Berlian. Untuk mencapai pulau ini, dibutuhkan perjalanan laut selama dua hingga tiga jam menggunakan boat carteran.

Majid, warga Berhala, menjelaskan bahwa ada dua jalur utama untuk ke sana. Pertama, dari Pelabuhan Dabo dengan estimasi biaya pulang-pergi Rp1,5 juta sampai Rp2 juta.

Kedua, dari jeti PT Pasir di Desa Marok Kecil, dengan ongkos yang lebih hemat, yakni sekitar Rp1 juta sekali PP dan waktu tempuh hanya dua jam.

“Kebanyakan warga memang pilih lewat Marok Kecil karena lebih dekat dan ongkosnya lebih ringan,” ujarnya.

Dijelaskan Majid, selain carter, warga juga sering menumpang pompong yang kebetulan mau ke berhala.

"Kadang-kadangkan ada pemilik toko kelontong berbelanja di Dabo, jadi mereka ikut numpang, sekedar ngasi uang rokok, kalau tak ada ya harus cater," ungkapnya.

Di tengah perjuangan warga menjaga konektivitas dengan pusat kabupaten, muncul pula polemik soal klaim wilayah.

Provinsi Bangka Belitung dikabarkan masih mengklaim Desa Pekajang, sementara Provinsi Jambi disebut-sebut punya kepentingan atas Pulau Berhala.

Meski begitu, warga tetap yakin bahwa wilayah mereka adalah bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Lingga.

Selain karena secara administratif sudah lama tercatat demikian, kontribusi dan perhatian Pemprov Kepri terhadap dua wilayah ini juga menjadi bukti nyata. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#transportasi #pulau pekajang