batampos- Jembatan Penghubung Masyarakat Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga menuju ke Pusat pemerintahan Kecamatan Singkep Barat dan Kecamatan Singkep terancam Roboh.
Beberapa tongkat penyangga jembatan sudah roboh. Hal ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat Desa Tinjul karena Jembatan tersebut merupakan akses penghubung masyarakat dari Desa menuju ke kota.
Abdullah, salah satu warga Desa Tinjul menjelaskan bahwa kondisi seperti ini memang sudah beberapa tahun belakangan ini. Abdullah berharap jembatan kayu ini bisa menjadi jembatan beton/jembatan permanen.
"Namun hingga kini kelihatannya belum ada perhatian dari Pemerintah Daerah untuk segera membangun jembatan yang permanen/jembatan beton sehingga lebih mempermudah masyarakat Desa untuk menggunakannya tanpa rasa takut dan khawatir," ujar Abdullah saat dikonfirmasi, Minggu (14/9).
Abdullah mengatakan bahwa setiap menjelang pilkada para calon Bupati atau calon gubernur saat melakukan kampanye di Desa kami selalu mengajukan supaya jembatan penghubung dapat dibangun secara permanen.
"Namun, hingga saat ini semuanya hanya mimpi belaka. Bahkan saat ini kondisi jembatan sudah hampir roboh," ungkapnya.
Saat ini kondisi jembatan sangat parah. Terlihat meterial jenis kayu yang sudah lapuk dimakan usia.
"Jangan sampai sudah memakan korban terlebih dahulu baru pemerintah melakukan perbaikan jembatan tersebut," tegas Abdullah.
Pernyataan ini bukan tidak beralasan, hal ini dikarenakan bahan material jembatan saat ini dari kayu. Tongkat yang menjadi kekuatan jembatan sudah patah, sebagian lagi masih ada namun kondisinya sudah lapuk dan rawan.
Disamping itu, Kepala Desa Tinjul, Amren saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya setiap tahun selalu mengajukan untuk pembangunan jembatan permanen/Jembatan beton di Desa Tinjul.
"Kami setiap tahun mengajukan untuk pembangunan jembatan di Desa Tinjul dalam Musrenbang. Kemarin pak Bupati mengatakan pada tahun 2025 akan di laksanakan, tetapi karena efesiensi anggaran maka untuk pembangunan jembatan tersebut belum bisa terealisasi," ungkap Amren.
Masyarakat Desa Tinjul berharap agar pemerintah Daerah segera melakukan perbaikan dan pembangunan terhadap jembatan yang ada di Desa mereka. Karena jika jembatan tersebut sampai roboh akan mengganggu aktivitas masyarakat serta anak sekolah yang berdampak pada ekonomi, karena Jembatan itu merupakan satu-satunya akses masyarakat. (*)
Editor : Tunggul Manurung