Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sebulan Sudah Jaringan Telkomsel Hilang Lingga Utara, Aktivitas Warga Desa Belungkur Terhambat

Vatawari BP • Rabu, 24 Desember 2025 | 09:15 WIB

Tower mini Telkomsel yang berada di Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga.
Tower mini Telkomsel yang berada di Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga.

Batampos – Aktivitas masyarakat Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, terhambat akibat gangguan jaringan provider Telkomsel yang telah berlangsung selama satu bulan terakhir.

Kondisi ini berdampak luas, mulai dari pelayanan pemerintahan desa hingga aktivitas nelayan setempat.

Kepala Desa Belungkur, Arif Rafandi, mengatakan keluhan dari warga hampir setiap hari diterimanya di kantor desa. "Hampir setiap hari masyarakat datang ke kantor saya mengeluh terkait jaringan ini. Biasanya para nelayan yang pulang melaut menghubungi keluarga melalui panggilan telepon untuk membantu membawa hasil tangkapan," ujar Arif Rafandi, Selasa (23/12/2025).

Namun, akibat jaringan yang tidak berfungsi, para nelayan terpaksa harus langsung pulang ke rumah terlebih dahulu untuk memberi kabar kepada keluarga saat kembali ke tambatan perahu.

Gangguan jaringan juga berdampak pada kinerja pemerintahan desa, terutama menjelang akhir tahun ketika banyak pekerjaan administrasi yang harus diselesaikan.

"Hampir semua pekerjaan di kantor desa menjadi terganggu. Beruntungnya kami masih bisa memanfaatkan jaringan di desa sebelah. Namun, anak-anak harus pergi ke ujung pelabuhan terlebih dahulu untuk bisa terhubung ke internet," jelasnya.

Baca Juga: Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Said Abdullah Usul Revisi UU untuk Tekan Money Politics

Arif Rafandi menyebut gangguan jaringan Telkomsel ini sudah berlangsung selama satu bulan. Pihak desa, kata dia, telah berkoordinasi dengan Diskominfo Kabupaten Lingga, Diskominfo Provinsi Kepulauan Riau, serta pihak Telkomsel.

"Namun sampai hari ini belum ada tindakan apa pun. Ditambah lagi tower yang ada di desa kami hanya tower mini dengan jangkauan radius sekitar 10 kilometer," ungkapnya.

Ia menambahkan, sejak 2022, pihaknya telah mengajukan pembangunan tower induk agar jangkauan jaringan bisa lebih luas. "Namun dari Telkomsel menyampaikan akan diusulkan setelah pembangunan tower di Desa Limbung selesai," katanya.

Faktanya, pembangunan tower di Desa Limbung telah rampung hampir satu tahun lalu. Namun hingga kini, pembangunan tower induk di Desa Belungkur belum juga terealisasi.

"Kami sangat berharap permasalahan jaringan di Desa Belungkur ini segera diselesaikan. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin seluruh aktivitas masyarakat dan pemerintahan desa bisa lumpuh total," tutup Arif. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Jaringan Telkomsel Lingga