Batampos - Selain barang kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga, ternyata barang elektronik juga mengalami kenaikan harga. Harga jual beberapa barang-barang elektronik di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga mulai merangkak naik.
Hal ini dikarenakan pasokan barang dari Batam terhenti dan para pedagang terpaksa mengambil suplai barang dari Jambi dengan harga yang lebih tinggi dan pajak sebesar 12 persen.
Para pedagang kebutuhan pokok dan elektronik di Dabo Singkep biasanya mengambil pasokan barang dari Kota Batam yang masih satu provinsi dengan Kabupaten Lingga dan harganya relatif lebih murah.
Hari, salah satu pedagang barang elektronik di Dabo Singkep, mengaku mengalami kesulitan memasok barang elektronik dengan harga lebih murah saat barang dari Batam belum bisa dimasukkan ke Kabupaten Lingga.
Baca Juga: Selundupkan Emas Senilai Rp4,8 Miliar dari Malaysia, Kurir Dituntut 4 Tahun
"Sekarang agak sulit, barang semuanya masuk dari Jambi dengan pajak 12 persen dari harga beli di sana. Untuk barang elektronik yang harga beli Rp3 juta ke atas harganya naik lebih tinggi," ujar Hari saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).
Hari menjelaskan, diantara barang elektronik yang naik harga, untuk kulkas dan Smart TV mengalami kenaikan harga yang cukup besar.
"Biasanya Smart TV ukuran 43" kita jual hanya Rp3,3 juta sekarang sudah tembus harga jual hampir Rp4 juta. Begitu juga dengan kulkas biasanya kita jula harga Rp3,5 juta saat ini harga jual tembus Rp5 juta lebih," jelasnya.
Bukan hanya harga yang merangkak naik, Hari mengaku tidak berani memesan barang dengan jumlah yang banyak karena daya beli masyarakat semakin menurun.
Baca Juga: Klik Tautan Palsu, Pengusaha di Batam Rugi Miliaran Rupiah
"Apalagi cuaca ombak laut saat ini sedang tidak baik, beberapa waktu lalu kapal yang membawa barang kami dari provinsi Jambi mengalami kecelakaan laut dan tenggelam," jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi ini mengakibatkan beberapa toko elektronik di Dabo Singkep banyak yang sudah kehabisan stok barang dagangan.
"Saat ini kami barang stok tahun kemarin susah habis, kita masih menunggu pasokan barang yang belum masuk hingga hari ini. Kemungkinan sekitar satu Minggu lagi barang baru sampai ke Dabo, itu juga kalau cuaca bagus," ujar salah satu pedagang lainnya.
Hari berharap agar pasokan barang dari kota Batam dapat kembali berjalan agar harga jual barang elektronik di Kabupaten dapat kembali normal dan terjangkau oleh masyarakat. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak