Banyak penderita mencoba berbagai cara untuk meredakan gejalanya, termasuk terapi pijat atau urut. Namun, muncul pertanyaan: apakah penderita asam urat boleh diurut? Mari kita bahas secara detail.
Apa Itu Asam Urat?
Asam urat adalah hasil dari metabolisme purin, senyawa yang ditemukan dalam makanan seperti daging merah, makanan laut, dan alkohol. Jika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi (hiperurisemia), kristal urat dapat terbentuk di persendian, menyebabkan:
- Nyeri mendadak (sering di malam hari).
- Pembengkakan dan kemerahan pada sendi, terutama jempol kaki.
- Rasa panas dan kaku pada area yang terkena.
Mengapa Penderita Asam Urat Ragu untuk Diurut?
Kekhawatiran muncul karena tekanan fisik pada area persendian yang sedang meradang dianggap bisa memperburuk kondisi. Pada dasarnya, saat serangan asam urat terjadi, sendi dalam keadaan sangat sensitif. Penekanan atau gerakan yang berlebihan dapat menyebabkan:
- Peningkatan rasa nyeri: Persendian yang meradang lebih mudah teriritasi dengan tekanan.
- Risiko kerusakan jaringan: Jika pijatan terlalu keras, jaringan di sekitar sendi yang sudah lemah dapat rusak.
Kapan Penderita Asam Urat Tidak Boleh Diurut?
Terdapat situasi tertentu di mana terapi urut sebaiknya dihindari:
- Saat Serangan Akut: Ketika nyeri, bengkak, dan peradangan sedang berlangsung, pijatan hanya akan memperburuk kondisi.
- Kristal Urat yang Menumpuk: Penekanan bisa memecahkan kristal urat, menyebabkan rasa sakit lebih parah.
- Area dengan Peradangan Parah: Urut pada area ini dapat mengganggu proses penyembuhan alami tubuh.
Manfaat Pijat untuk Penderita Asam Urat
Meskipun tidak dianjurkan saat serangan akut, pijat atau urut memiliki manfaat jika dilakukan pada waktu yang tepat, seperti ketika gejala mereda. Berikut manfaatnya:
- Melancarkan Sirkulasi Darah: Pijat dapat membantu meningkatkan aliran darah, yang dapat mendukung proses detoksifikasi tubuh.
- Mengurangi Ketegangan Otot: Pada area yang tidak terkena asam urat, pijat dapat membantu melemaskan otot yang tegang akibat postur tubuh yang berubah saat menahan nyeri.
- Relaksasi dan Manajemen Stres: Mengurangi stres dapat membantu menurunkan risiko serangan asam urat, karena stres dapat memicu peningkatan kadar asam urat.
Alternatif Meredakan Nyeri Asam Urat
Jika urut tidak memungkinkan, beberapa metode berikut dapat membantu:
- Kompres Dingin: Gunakan es untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri.
- Obat Antiinflamasi: Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan resep obat yang sesuai.
- Pola Makan Rendah Purin: Hindari makanan tinggi purin untuk mencegah serangan berulang.
- Hidrasi yang Cukup: Minum air putih dapat membantu melarutkan asam urat dan mengeluarkannya melalui urin.
Penderita asam urat tidak disarankan untuk diurut saat serangan akut atau ketika sendi sedang meradang parah. Namun, setelah gejala mereda, pijatan ringan yang dilakukan dengan hati-hati dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan mengurangi ketegangan otot. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau terapis untuk memastikan metode yang digunakan aman dan sesuai dengan kondisi Anda. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi