Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Benarkah Penderita Asam Urat Tidak Boleh Diurut? Berikut Penjelasannya

Ichwanul Fazmi • Kamis, 13 Maret 2025 | 10:30 WIB

Ilustrasi. Bagi penderita asam urat tidak disarankan untuk melakukan pijat atau urut disaat terjadi peradangan.
Ilustrasi. Bagi penderita asam urat tidak disarankan untuk melakukan pijat atau urut disaat terjadi peradangan.
batampos - Asam urat adalah kondisi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di persendian, yang sering kali menimbulkan rasa nyeri, pembengkakan, dan peradangan.

Banyak penderita mencoba berbagai cara untuk meredakan gejalanya, termasuk terapi pijat atau urut. Namun, muncul pertanyaan: apakah penderita asam urat boleh diurut? Mari kita bahas secara detail.

Apa Itu Asam Urat?

Asam urat adalah hasil dari metabolisme purin, senyawa yang ditemukan dalam makanan seperti daging merah, makanan laut, dan alkohol. Jika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi (hiperurisemia), kristal urat dapat terbentuk di persendian, menyebabkan:

Mengapa Penderita Asam Urat Ragu untuk Diurut?

Kekhawatiran muncul karena tekanan fisik pada area persendian yang sedang meradang dianggap bisa memperburuk kondisi. Pada dasarnya, saat serangan asam urat terjadi, sendi dalam keadaan sangat sensitif. Penekanan atau gerakan yang berlebihan dapat menyebabkan:

Kapan Penderita Asam Urat Tidak Boleh Diurut?

Terdapat situasi tertentu di mana terapi urut sebaiknya dihindari:

  1. Saat Serangan Akut: Ketika nyeri, bengkak, dan peradangan sedang berlangsung, pijatan hanya akan memperburuk kondisi.
  2. Kristal Urat yang Menumpuk: Penekanan bisa memecahkan kristal urat, menyebabkan rasa sakit lebih parah.
  3. Area dengan Peradangan Parah: Urut pada area ini dapat mengganggu proses penyembuhan alami tubuh.

Manfaat Pijat untuk Penderita Asam Urat

Meskipun tidak dianjurkan saat serangan akut, pijat atau urut memiliki manfaat jika dilakukan pada waktu yang tepat, seperti ketika gejala mereda. Berikut manfaatnya:

  1. Melancarkan Sirkulasi Darah: Pijat dapat membantu meningkatkan aliran darah, yang dapat mendukung proses detoksifikasi tubuh.
  2. Mengurangi Ketegangan Otot: Pada area yang tidak terkena asam urat, pijat dapat membantu melemaskan otot yang tegang akibat postur tubuh yang berubah saat menahan nyeri.
  3. Relaksasi dan Manajemen Stres: Mengurangi stres dapat membantu menurunkan risiko serangan asam urat, karena stres dapat memicu peningkatan kadar asam urat.

Alternatif Meredakan Nyeri Asam Urat

Jika urut tidak memungkinkan, beberapa metode berikut dapat membantu:

Penderita asam urat tidak disarankan untuk diurut saat serangan akut atau ketika sendi sedang meradang parah. Namun, setelah gejala mereda, pijatan ringan yang dilakukan dengan hati-hati dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan mengurangi ketegangan otot. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau terapis untuk memastikan metode yang digunakan aman dan sesuai dengan kondisi Anda. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#asam urat