Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Mitos dan Fakta Seputar Hujan, Dari Kesuburan Tanah hingga Masalah Kesehatan

Chahaya Simanjuntak • Kamis, 20 Maret 2025 | 15:55 WIB

ILUSTRASI. Hujan.
ILUSTRASI. Hujan.

Batampos - Batam sudah dua hari diguyur hujan tanpa henti. rata-rata suhu saat hujan berada dikisaran 26-28 derajat. Bahkan, menyebabkan banjir di beberapa kawasan di kota ini.

Lantas apa itu hujan? Hujan merupakan fenomena alam yang memiliki peran penting bagi kehidupan. Namun, di berbagai budaya, hujan juga sering dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan. Ada yang menganggapnya sebagai berkah, sementara yang lain percaya bahwa hujan bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Lalu, mana yang benar? Berikut mitos dan fakta seputar hujan yang perlu Anda ketahui:

1. Mitos: Air Hujan Bisa Menyebabkan Sakit Flu

Fakta: Banyak orang percaya saat terkena air hujan langsung dapat menyebabkan flu atau masuk angin. Namun, flu disebabkan oleh virus, bukan oleh air hujan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), flu menyebar melalui droplet dari orang yang terinfeksi, bukan karena tubuh basah terkena hujan. Namun, jika tubuh kedinginan setelah kehujanan dan daya tahan tubuh sedang lemah, risiko infeksi virus bisa meningkat.

2. Mitos: Petir Selalu Menyambar Pohon Tertinggi

Fakta: Meskipun pohon tinggi lebih rentan disambar petir, bukan berarti petir hanya menyambar objek tertinggi. Menurut National Weather Service (NWS), petir menyambar objek yang memiliki konduktivitas listrik tinggi, seperti logam atau air. Oleh karena itu, berlindung di bawah pohon saat hujan badai bisa berbahaya.

3. Mitos: Minum Air Hujan Baik untuk Kesehatan

Fakta: Air hujan sebenarnya adalah air murni yang mengalami penguapan dan turun kembali ke bumi. Namun, dalam perjalanannya, air hujan bisa tercemar oleh polusi udara dan partikel debu. Menurut Environmental Protection Agency (EPA), air hujan yang langsung diminum tanpa penyaringan dapat mengandung bakteri, virus, atau zat kimia berbahaya. Oleh karena itu, jika ingin memanfaatkannya, air hujan perlu disaring dan direbus terlebih dahulu.

4. Mitos: Hujan Asam Bisa Membakar Kulit

Fakta: Hujan asam memang mengandung tingkat keasaman lebih tinggi dari hujan biasa, tetapi tidak cukup kuat untuk membakar kulit manusia. Menurut laporan dari U.S. Geological Survey (USGS), hujan asam terbentuk akibat pencemaran udara dari sulfur dioksida dan nitrogen oksida yang bereaksi dengan air di atmosfer. Dampak utamanya lebih berbahaya bagi lingkungan, seperti merusak tanaman dan mencemari air tanah.

5. Mitos: Bau Tanah Setelah Hujan Berasal dari Tanah Basah

Fakta: Aroma khas setelah hujan disebut "petrichor" dan bukan berasal dari tanah basah, melainkan dari senyawa yang dilepaskan oleh bakteri tanah, terutama Actinobacteria. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature, senyawa geosmin yang dihasilkan oleh bakteri ini dilepaskan saat hujan turun dan memberikan aroma segar yang kita kenal. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#mitos hujan saat imlek #kesehatan #batam #fakta hujan #hujan #fenomena