Batampos – Menjelang perayaan Hari Raya Paskah, Minggu (20/4/2025) mendatang, umat Kristiani biasanya terlebih dahulu memperingati Jumat Agung, Jumat (18/4/2025). Keduanya sering dianggap sebagai bagian dari satu rangkaian ibadah suci, tetapi memiliki makna dan latar belakang yang berbeda.
Mengetahui perbedaan antara Paskah dan Jumat Agung penting, agar makna spiritual dari keduanya bisa dihayati secara lebih mendalam dan mengucapkannya secara tepat waktu dan benar.
Apa Itu Jumat Agung? diperingati setiap Jumat sebelum Paskah. Dalam tradisi Kristen, Jumat Agung adalah hari saat Yesus Kristus disalibkan dan wafat di kayu salib. Hari ini dikenal sebagai hari duka cita dan pengorbanan. Menuju Jumat Agung, terlebih dahulu umat Kristen di dunia, khususnya Katolik mengadakan Puasa 40 hari yang dimulai pada masa Rabu Abu di awal Maret, tahun ini.
Gereja-gereja di seluruh dunia biasanya mengadakan ibadah yang lebih hening dan khidmat. Umat diajak merenungkan penderitaan, penyaliban, dan kematian Yesus demi penebusan dosa manusia. Karena itu, suasana Jumat Agung identik dengan kesedihan, keheningan, dan penghayatan spiritual yang dalam.
"Jumat Agung bukan akhir dari cerita Yesus, melainkan bagian dari rencana keselamatan," ujar Pastor Michael Mitchell dalam wawancaranya dengan Christianity Today.
Umumnya, rangkaian ibadah di Jumat Agung diadakan dua kali, yakni ibadah Jumat Agung (umum) dan juga sakramen detik-detik kematian Tuhan Yesus di salib di siang menjelang sore hari. Ibadah ini menjadi ibadah paling hening, dimana Pendeta membacakan Jalan Sengsara Yesus sampai pada Dia disalibkan, mati, dan dikuburkan. Ibadah ini juga ditandai oleh bunyi lonceng gereja.
Sementara Hari Paskah dirayakan dua hari setelah Jumat Agung, yaitu pada Minggu. Hari ini memperingati kebangkitan Yesus dari kematian, tiga hari setelah Ia disalibkan. Paskah merupakan puncak dari iman Kristiani karena menjadi simbol kemenangan atas dosa dan kematian.
Berbeda dengan suasana Jumat Agung yang muram, Paskah dirayakan dengan penuh sukacita dan harapan. Gereja dihias dengan bunga, nyanyian pujian bergema, dan umat merayakan kebangkitan Kristus sebagai dasar iman dan pengharapan akan hidup kekal. Biasanya ditandai dengan ibadah dini hari, dan pencarian telur paskah di kawasan gereja bagi anak-anak sekolah minggu.
Memahami perbedaan antara Paskah dan Jumat Agung membantu umat Kristiani menghayati perjalanan rohani Yesus Kristus secara utuh, dari pengorbanan hingga kemenangan. Dua peristiwa ini saling melengkapi. Tanpa kematian, tidak ada kebangkitan. Tanpa Jumat Agung, tidak ada Paskah. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak