Batampos - Ramen bukan sekadar mie kuah biasa. Makanan khas Jepang ini memiliki beragam jenis yang menawarkan rasa dan pengalaman berbeda. Dari kuah bening hingga yang super kental, setiap jenis ramen punya keunikan sendiri yang bisa dikenali dari rasa, warna kuah, hingga topping-nya.
Berikut lima jenis ramen paling terkenal dan cara membedakannya, seperti dikutip dari The Soul of Ramen, NHK, yakni:
1. Shoyu Ramen: Tokyo
Ciri khas:
- Kuah bening cokelat, berbasis kecap asin (shoyu)
- Rasa ringan, gurih, dan sedikit asin
- Topping umum: ayam, menma (rebung), daun bawang, dan telur rebus
Shoyu ramen adalah varian paling klasik dan populer di Tokyo. Kuahnya jernih namun kaya rasa, cocok untuk kamu yang menyukai rasa seimbang.
2. Shio Ramen: Ramen Tertua dengan Rasa Lembut
Ciri khas:
- Kuah bening keemasan, berbasis garam (shio)
- Rasa ringan dan bersih di lidah
- Topping umum: daging ayam atau seafood, nori, dan daun bawang
Shio ramen merupakan tipe ramen tertua di Jepang dan banyak ditemukan di kota pelabuhan seperti Hakodate. Rasanya paling ringan dibandingkan yang lain.
3. Miso Ramen: Rasa Gurih dari Utara Jepang
Ciri khas:
- Kuah kental berwarna cokelat-oranye, berbasis pasta miso
- Rasa kaya, sedikit manis dan umami
- Topping umum: jagung manis, mentega, tauge, daging cincang
Berasal dari Hokkaido, miso ramen cocok untuk cuaca dingin karena kuahnya yang tebal dan mengenyangkan.
4. Tonkotsu Ramen: Favorit Pecinta Kuah Super Kental
Ciri khas:
- Kuah putih kental, berasal dari rebusan tulang babi selama berjam-jam
- Rasa creamy, kuat, dan sangat gurih
- Topping umum: chashu (irisan daging babi), jamur kikurage, telur ajitama
Tonkotsu ramen berasal dari Fukuoka (Kyushu) dan menjadi favorit banyak orang karena rasa kuahnya yang kaya dan memanjakan lidah.
5. Tsukemen: Ramen Celup yang Unik
Ciri khas:
- Mie dan kuah disajikan terpisah
- Mie dicelupkan ke dalam kuah kental sebelum dimakan
- Topping biasanya disajikan bersama mie atau dalam kuah celupan
Tsukemen cocok untuk kamu yang ingin sensasi berbeda. Mienya lebih tebal dan kenyal, sementara kuahnya lebih intens karena digunakan sebagai celupan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak