Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Melihat Tradisi Unik Hari Kenaikan Yesus di Berbagai Negara, Perpaduan Iman dan Budaya

Chahaya Simanjuntak • Kamis, 29 Mei 2025 | 19:34 WIB

ILUSTRASI peringatan Hari kenaikan Tuhan Jesus di Jerman. Dirayakan juga sebagai Hari ayah.
ILUSTRASI peringatan Hari kenaikan Tuhan Jesus di Jerman. Dirayakan juga sebagai Hari ayah.

Batampos - Hari Kenaikan Yesus Kristus atau Ascension Day adalah salah satu momen penting dalam kalender liturgi Kristen. Dirayakan 40 hari setelah Paskah, peringatan ini menandai peristiwa Yesus naik ke surga.

Meski memiliki makna spiritual yang sama, perayaan Hari Kenaikan di berbagai negara berlangsung dengan cara yang unik, mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi lokal.

Berikut tradisi unik memperingati Hari Kenaikan Yesus di berbagai negara, seperti dikutip dari Christianity Today, yakni:

1. Indonesia: Ibadah Khidmat dan Libur Nasional

Di Indonesia, Hari Kenaikan Yesus termasuk hari libur nasional. Umat Kristiani merayakannya dengan ibadah khusus di gereja, biasanya disertai perjamuan kudus dan khotbah yang menyoroti pentingnya peristiwa kenaikan.

Tradisi ini bersifat lebih khidmat dan sakral, mencerminkan nuansa religius yang kental dalam masyarakat Indonesia.

2. Jerman: Hari Ayah Sekaligus Perayaan Gerejawi

Di Jerman, Christi Himmelfahrt (Hari Kenaikan Kristus) juga merupakan Vatertag atau Hari Ayah. Uniknya, tradisi ini tidak hanya mencakup ibadah gereja, tetapi juga kegiatan luar ruangan seperti hiking dan piknik keluarga. Banyak pria merayakan hari ini dengan bersepeda atau berjalan kaki bersama sambil membawa minuman dan makanan.

Meskipun berbeda dari praktik ibadah formal, banyak komunitas Kristen tetap menghadiri misa pagi sebelum memulai aktivitas rekreasional.

3. Nigeria: Doa, Paduan Suara, dan Perayaan Komunitas

Di Nigeria, negara dengan populasi Kristen yang besar, Hari Kenaikan dirayakan melalui kebaktian meriah, paduan suara, dan doa syafaat. Beberapa gereja bahkan mengadakan kebaktian malam sebelumnya (vigili), sebagai bentuk persiapan rohani. Budaya Afrika yang ekspresif membuat perayaan ini terasa penuh semangat dan komunitas.

Gereja-gereja di Nigeria sering menjadikan Hari Kenaikan sebagai momen untuk mendoakan bangsa dan masa depan umat.

4. Filipina: Misa dan Tradisi Prosesi Religius

Sebagai negara Katolik terbesar di Asia, Filipina memperingati Hari Kenaikan dengan misa besar-besaran dan prosesi keliling gereja. Di beberapa wilayah, terdapat pertunjukan teatrikal yang menggambarkan Yesus terangkat ke surga. Tradisi ini menggabungkan ibadah Katolik dengan budaya lokal yang kaya warna.

5. Prancis dan Belanda: Liburan Keluarga dan Ibadah

Di Prancis dan Belanda, Hari Kenaikan adalah hari libur resmi. Banyak orang menggunakan kesempatan ini untuk berlibur, tetapi umat Kristiani tetap menghadiri misa pagi. Di beberapa desa, terdapat tradisi naik gunung atau bukit sebagai simbol "kenaikan" menuju tempat yang lebih tinggi, secara fisik maupun rohani.

Perbedaan tradisi di setiap negara menunjukkan bahwa iman Kristen bersifat universal, namun tetap terbuka terhadap ekspresi budaya lokal. Dari doa syahdu di Indonesia hingga prosesi teatrikal di Filipina, semua menunjukkan bahwa iman tidak harus seragam, tetapi bisa kaya dalam keragaman. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#libur nasional #tradisi unik #hari kenaikan isa almasih 2025 #hari kenaikan isa almasih #katolik #kristen