Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tradisi Santai Gabungan dari Dua Waktu Makan, Ini Asal Muasal Sunday Brunch

Chahaya Simanjuntak • Selasa, 17 Juni 2025 | 11:59 WIB

ILUSTRASI brunch bersama teman.
ILUSTRASI brunch bersama teman.

Batampos -  Sunday brunch merupakan kegiatan dari menggabungkan dua waktu makan dalam satu waktu, yaitu sarapan (breakfast) dan makan siang (lunch), yang biasanya disajikan pada hari Minggu antara pukul 10 pagi hingga 2 siang.

Namun, bagaimana tradisi ini bermula dan menjadi kebiasaan sosial di berbagai belahan dunia?

Brunch sendiri merupakan portmanteau atau gabungan dari breakfast and lunch atau . Konsep ini pertama kali muncul pada akhir abad ke-19 di Inggris. Kata ini pertama kali tercatat dalam tulisan seorang penulis Inggris bernama Guy Beringer.

Baca Juga: Jelajahi Cita Rasa Dunia Saat Sunday Brunch di Batam Marriott Hotel Harbour Bay

Dalam esai berjudul "Brunch: A Plea" yang diterbitkan 1895 di Hunter’s Weekly, Beringer mengusulkan ide brunch sebagai alternatif dari sarapan Minggu yang berat dan formal. Ia menyarankan agar orang-orang menikmati makanan yang lebih ringan tapi tetap mengenyangkan setelah malam sebelumnya mungkin diisi dengan pesta atau makan malam larut.

"Brunch is cheerful, sociable and inciting. It is talk-compelling. It puts you in a good temper; it makes you satisfied with yourself and your fellow beings; it sweeps away the worries and cobwebs of the week," tulis Beringer dalam esainya.

Dia menyebut, brunch diciptakan sebagai waktu makan yang lebih santai, penuh obrolan ringan, dan menjadi momen sosial yang menyenangkan, terutama di hari Minggu ketika orang-orang libur dari pekerjaan

Menu brunch sering kali mencakup berbagai pilihan makanan mulai dari roti panggang, telur, pancake, salad, hingga hidangan berat seperti daging panggang atau pasta. Yang membuatnya istimewa adalah suasananya yang santai, porsi makanan yang beragam, dan sering kali dilengkapi dengan minuman seperti kopi, teh, atau bahkan koktail ringan seperti mimosa dan bloody mary.

Menyebar ke Amerika dan Menjadi Tren Global

Meskipun lahir di Inggris, konsep brunch justru berkembang pesat di Amerika Serikat pada awal abad ke-20, terutama di kota-kota besar seperti New York dan Chicago. Restoran hotel mulai menawarkan brunch sebagai strategi menarik tamu yang ingin menikmati akhir pekan tanpa tekanan jadwal makan tradisional.

Baca Juga: 2 Penjambret yang Beraksi di Batam Ternyata Residivis Kasus Curanmor

Pada pertengahan abad ke-20, brunch mulai menjadi bagian dari budaya populer, didorong oleh meningkatnya gaya hidup urban dan perubahan pola kerja. Kegiatan brunch juga menjadi simbol gaya hidup modern: bersosialisasi, bersantai, dan menikmati makanan lezat dalam suasana santai.

Kini, brunch telah menjadi lebih dari sekadar waktu makan. Justru telah berkembang menjadi fenomena budaya global yang merefleksikan gaya hidup urban, komunitas, dan momen santai bersama teman atau keluarga. Tanpa tekanan, menikmati makanan dan minuman tanpa diburu waktu.

Di banyak kota besar, brunch bukan hanya tradisi, tetapi juga industri kuliner tersendiri. Banyak restoran khusus yang hanya buka untuk brunch pada akhir pekan, menawarkan menu inovatif yang menggoda selera dan tentu saja, sudah memiliki pelanggan tetap. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Sunday Brunch Jelajah Rasa #brunch #kuliner