Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Jalani Hobi Mendaki Gunung dengan Jaga Alam Tetap Lestari, Ikuti Pedoman ala Mbah Bongkeng ini

Chahaya Simanjuntak • Rabu, 25 Juni 2025 | 23:34 WIB

Proses mendaki gunung.
Proses mendaki gunung.

Batampos - Pendaki gunung senior Indonesia, Djukardi Adriana mengungkapkan, mendaki gunung bukan hanya sekedar hobi. Melainkan harus sejalan dengan memahami alam lingkungan dari pendakian itu sendiri.

Bagaimana memahaminya? "Melalui pedoman berupa etika," ungkap pria 74 tahun tapi masih bugar itu seperti dilansir dari Mounture.

Menurutnya, alam pegunungan itu murni, asri, indah sebelum adanya pendakian oleh manusia. Flora dan fauna tumbuh berdampingan. Namun dengan adanya aktivitas pendakian, maka itu harus dirawat dan dijaga dengan menaati peraturan yang berlaku di gunung. Caranya, menghargai dan menjaganya dengan pedoman pendakian.

Apa saja pedoman pendakian itu? pria yang akrab disapa Mbah Bongkeng ini menyebutkan:

 Baca Juga: Prinsip Leave No Trace, Etika Pendakian yang Wajib Kamu Patuhi sebagai Pendaki Gunung

1. Jangan tinggalkan jejak.

Prinsip ini terkenal dengan sebutan prinsip Leave No Trace.

2. Gunakan Jalur yang Sudah Ditentukan

Tetap berada di jalur resmi untuk mencegah erosi dan kerusakan vegetasi serta hindari membuat jalur baru atau memperlebar jalur lama yang malah memperparah degradasi alam

3. Hormati Kehidupan Liar dan Lingkungan

Amati satwa dari jarak aman, jangan memberi makan atau mengganggu mereka, terutama saat musim kawin atau bersarang. Serta, jangan merusak tanaman atau memetik bunga–bunga langka seperti Edelweis, karena bisa mengancam kelestariannya.

4. Etika Saat Berkemah dan Istirahat

Pilih area berkemah yang telah ditentukan, jauh dari sumber air, dan tidak melebar ke area sensitif. Hindari istirahat di jalur ramai. Beristirahatlah di area khusus agar kenyamanan pendaki lain terjaga.

5. Hormati Pendaki Lain dan Budaya Lokal

Sapa ramah sesama pendaki dan penduduk lokal dengan sopan. Utamakan memberi jalan jika bertemu dari jalur yang sempit.

Pahami dan patuhiaturan adat dan budaya setempat; beberapa gunung dihormati secara ritual dan memiliki pantangan khusus.

Dukung ekonomi lokal dengan belanja di warung atau menyewa homestay sebagai bagian dari sikap saling menghormati

6. Lindungi Richness Alam

Hindari kebisingan seperti suara musik atau obrolan keras dan biarkan suara alam yang berlaku. Tak hanya itu, jangan melakukan vandalisme, seperti menulis di batu atau pohon, karena itu merusak estetika dan bisa menyesatkan pendaki lain. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#pedoman mendaki gunung #mendaki gunung