Tak heran jika banyak orang mengira keduanya sama. Padahal, carica dan pepaya adalah dua buah yang berbeda. Baik dari segi jenis, rasa, habitat, hingga kandungan gizinya.
Yuk, kenali lebih dekat perbedaan antara buah carica dan pepaya agar tidak salah kaprah lagi!
1. Asal dan Klasifikasi Ilmiah
- Carica berasal dari Pegunungan Andes dan dikenal dengan nama ilmiah Carica pubescens (atau Vasconcellea cundinamarcensis).
- Pepaya biasa berasal dari daerah tropis Amerika dan bernama ilmiah Carica papaya.
Meskipun sama-sama berasal dari famili Caricaceae, keduanya termasuk spesies yang berbeda.
2. Habitat dan Tempat Tumbuh
- Carica hanya bisa tumbuh baik di daerah pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1.500 mdpl, seperti di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.
- Pepaya biasa bisa tumbuh hampir di semua daerah tropis, dari dataran rendah hingga menengah, dan sering dibudidayakan secara luas di pekarangan rumah.
3. Bentuk dan Ukuran Buah
- Carica berukuran kecil, panjang sekitar 6–12 cm, dengan ujung runcing dan kulit berwarna kuning keemasan saat matang.
- Pepaya biasa berukuran besar, bisa mencapai panjang 20–30 cm atau lebih, dengan bentuk silinder dan kulit hijau atau jingga saat matang.
4. Rasa dan Aroma
- Carica memiliki rasa manis-asam yang segar dengan aroma khas seperti campuran pepaya dan markisa. Daging buahnya cenderung kenyal dan berair.
- Pepaya biasa punya rasa manis lembut, kadang hambar bila belum matang sempurna, dan dagingnya lebih lunak dan mudah dihancurkan.
5. Cara Konsumsi dan Pengolahan
- Carica jarang dikonsumsi dalam keadaan segar karena cepat busuk. Umumnya diolah menjadi manisan, sirup, selai, atau jus.
- Pepaya biasa bisa langsung dimakan segar, dijadikan jus, campuran rujak, bahkan diolah dalam masakan saat masih muda (seperti tumisan atau sayur pepaya).
6. Kandungan Gizi
- Carica mengandung enzim papain, vitamin C, A, dan antioksidan yang bermanfaat untuk pencernaan dan daya tahan tubuh.
- Pepaya biasa juga kaya vitamin C dan A, serta dikenal membantu kesehatan mata, kulit, dan pencernaan.
Meskipun sama-sama bergizi, kandungan nutrisi carica cenderung lebih terkonsentrasi dalam porsi kecil.
Kalau kamu berkesempatan mengunjungi Dieng, jangan lupa mencicipi carica dalam bentuk manisan atau sirup. Selain menyegarkan, kamu juga turut mendukung pelestarian buah lokal yang unik ini! (*)
Editor : Ichwanul Fazmi