Batampos - Membaca buku adalah kebiasaan positif yang mampu meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, hingga membantu kesehatan mental. Namun, tanpa disadari, banyak orang melakukan kesalahan saat membaca buku yang justru mengurangi efektivitas kegiatan ini.
Apa saja kesalahan umum yang kerap terjadi saat membaca buku? Berikut ulasannya:
1. Tanpa Tujuan
Banyak orang membaca hanya untuk menyelesaikan buku tanpa memahami apa yang ingin dicapai. Membaca tanpa tujuan membuat prosesnya menjadi pasif dan cenderung tidak meberikan dampak.
Baca Juga: Ini 7 Manfaat Rumput Laut yang Perlu Diketahui, Sumber Yodium hingga Cegah Risiko Jantung
Sebaiknya, tetapkan niat dan tujuan Anda membaca. Apakah Anda membaca untuk hiburan, belajar, atau mencari ide baru.
Dokter Anne Cunningham, Peneliti Literasi dari University of California, Barkeley menyebutkan, membaca dengan tujuan yang jelas, akan membantu otak menyaring informasi penting dan meningkatkan pemahaman.
2. Multitasking atau Melakukan Beberapa Hal Saat Bersamaan saat Membaca
Mendengarkan musik keras, memeriksa ponsel, atau menonton TV sambil membaca bisa mengganggu fokus.Multitasking membuat pemrosesan informasi menjadi lambat dan tidak maksimal.
Menurut studi dari Stanford University, multitasking justru menurunkan performa otak dalam memahami bacaan. Fokus penuh saat membaca terbukti meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.
3. Memaksa Membaca Saat Tidak Fokus
Membaca dalam kondisi lelah, mengantuk, atau stres hanya akan membuat Anda membaca ulang halaman yang sama tanpa menyerap isinya. Pilih waktu yang tepat, seperti pagi hari atau saat tubuh dalam kondisi segar.
Supaya lebih fokus membaca, sebaiknya gunakan teknik pomodoro, yaitu membaca 25 menit, lalu istirahat lima menit, lalu lanjut kembali. Ini bertujuan untuk menjaga stamina dan fokus.
4. Tidak Mencatat atau Meringkas
Membaca tanpa mencatat poin penting atau membuat ringkasan membuat Anda cepat lupa. Kebiasaan mencatat membantu mengorganisasi informasi dan memperdalam pemahaman.
Buku non-fiksi atau pengembangan diri sangat cocok dipadukan dengan teknik active reading, yaitu dengan menulis pertanyaan, ide, atau opini selama membaca.
Baca Juga: Bankesda Batam Naik Menjadi Rp71,8 Miliar, Layanan Kesehatan Masyarakat Makin Diperkuat
5. Mengabaikan Konteks dan Latar Belakang
Beberapa pembaca cenderung langsung masuk ke isi buku tanpa memahami latar belakang penulis atau konteks kulturalnya. Ini bisa menyebabkan salah tafsir atau kehilangan makna penting dari pesan yang disampaikan.
Memahami siapa penulis dan kondisi zaman ketika buku ditulis akan memperkaya pengalaman membaca dan memperluas perspektif.
Sebaiknya, jadilah pembaca aktif, bukan menjadikannya sebagai sekadar aktivitas pasif. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak