Batampos - Indonesia merupakan negara yang kaya akan mineral dan batu mulia. Salah satu batu mulia yang terkenal yakni batu Kalimantan, salah satu jenisnya yakni batu amber.
Batu ini bukan sekadar hiasan, melainkan fosil resin pohon purba yang telah mengeras selama jutaan tahun. Keunikan warna serta kelangkaannya membuat amber Kalimantan menjadi incaran kolektor dan peneliti di seluruh dunia.
Amber Kalimantan terbentuk dari resin pohon yang membatu sejak era Miosen, sekitar 20–23 juta tahun silam. Selama jutaan tahun, resin yang semula lengket berubah menjadi batu keras berwarna indah, menyimpan jejak ekologi purba. Beberapa potongan amber bahkan ditemukan mengandung fragmen tumbuhan atau gelembung udara dari masa lampau.
Baca Juga: Ini Tiga Rute Penerbangan Baru dari Hang Nadim, Batam
Mengutip dari Peltramminerals, salah satu kelebihan terbesar amber Kalimantan adalah variasi warnanya. Mulai dari cokelat, kuning keemasan, merah, hingga yang paling langka yakni biru dan hijau.
Batu amber biru Kalimantan dikenal sangat istimewa karena menampilkan efek fluoresensi yang berkilau di bawah sinar UV maupun cahaya matahari langsung. Fenomena inilah yang membuatnya digemari kolektor perhiasan kelas dunia.
Selain keindahannya, amber Kalimantan memiliki nilai ilmiah yang penting. Inklusi berupa potongan tumbuhan atau mikroorganisme yang terperangkap di dalam resin memberikan wawasan bagi peneliti tentang kondisi ekosistem purba di wilayah tropis Asia Tenggara. Meski jarang ditemukan fosil hewan di dalamnya, amber ini tetap menjadi “jendela waktu” yang bernilai tinggi bagi ilmu paleoekologi.
Baca Juga: Mengenal Batu Amber, Fosil Resin Pohon yang Kerap Dijadikan Perhiasan Bernilai Tinggi
Di pasaran, harga amber Kalimantan sangat bergantung pada warna, kejernihan, ukuran, dan keunikan inklusinya. Varietas biru dengan kilau fluoresen bisa dihargai jauh lebih mahal dibandingkan amber berwarna cokelat atau kuning biasa. Kelangkaan ini menjadikan amber Kalimantan bukan hanya perhiasan indah, tetapi juga objek investasi bernilai tinggi.
Dengan segala pesona dan nilainya, amber Kalimantan bukan sekadar batu hias. Ia adalah warisan geologi yang merekam kisah alam sejak jutaan tahun lalu. Bebatuan ini banyak ditemukan di seluruh kawasan Kalimantan, seperti Martapura, Pontianak, Katilayu, dan kawasan lainnya.
Di tengah meningkatnya minat pasar global, penting bagi Indonesia untuk menjaga kelestarian tambang dan memastikan keberlanjutan eksplorasi agar warisan alam ini tetap terjaga untuk generasi mendatang. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak