Batampos - Tumor sering kali menimbulkan rasa cemas bagi banyak orang. Tidak jarang, masyarakat langsung mengaitkan kata tumor dengan kanker. Padahal, tidak semua tumor bersifat ganas yang menjadi kanker.
Tumor merupakan pertumbuhan sel abnormal yang dapat bersifat jinak atau tidak berbahaya maupun ganas yang berpotensi menjadi kanker.
Lantas apa yang menyebabkan tumor? Dilansir dari NCI, penyebab munculnya tumor dalam tubuh yakni:
Baca Juga: Kerap Dianggap Sama, Ini Perbedaan Tumor dan Kanker
1. Mutasi Genetik
Tumor terjadi ketika ada perubahan atau kerusakan pada DNA sel tubuh. Mutasi ini membuat sel tidak mati sesuai siklusnya, tetapi terus membelah tanpa kendali hingga membentuk benjolan atau massa jaringan.
2. Faktor Keturunan
Beberapa jenis tumor dipengaruhi oleh riwayat keluarga. Jika ada anggota keluarga yang pernah menderita tumor atau kanker, kemungkinan seseorang memiliki risiko lebih tinggi.
3. Paparan Zat Karsinogen
Zat karsinogen adalah bahan kimia atau senyawa yang dapat memicu pertumbuhan sel abnormal. Beberapa contohnya yakni asap rokok, pestisida, polusi udara, hingga bahan kimia industri.
4. Infeksi Virus dan Bakteri
Beberapa infeksi dapat memicu pertumbuhan tumor, misalnya:
- HPV (Human Papillomavirus) dapat memicu tumor pada leher rahim.
- Hepatitis B dan C berhubungan dengan tumor hati.
- Helicobacter pylori yang disebabkan bakteri yang meningkatkan risiko tumor pada lambung.
5. Gaya Hidup Tidak Sehat
Kebiasaan sehari-hari juga berperan besar, antara lain:
Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Garasi Warga di Tanjungpinang
- Konsumsi makanan tinggi lemak dan rendah serat.
- Kurang aktivitas fisik.
- Kegemukan atau obesitas.
- Mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
6. Radiasi
Paparan radiasi sinar-X dalam jumlah besar, sinar ultraviolet dari matahari, hingga radiasi nuklir dapat merusak DNA sel dan memicu terbentuknya tumor.
Meski tidak semua tumor menimbulkan keluhan, beberapa gejala yang patut diperhatikan antara lain:
Adanya benjolan yang semakin membesar.
- Nyeri yang terus menerus.
- Perubahan kulit (muncul bercak atau luka tak sembuh-sembuh).
- Berat badan turun tanpa sebab jelas.
- Gangguan fungsi organ tertentu.
Jika mengalami gejala ini, segera lakukan pemeriksaan medis agar bisa terdeteksi lebih awal. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak