Batampos - Perimenopause adalah fase yang penuh perubahan hormon. Fase ini kerap dikenal sebagai transisi sebelum menopause ketika ovarium mulai berfungsi tidak konsisten. Hal ini menyebabkan perubahan kadar hormon estrogen, progesteron, dan testosteron.
Menurut The Menopause Society, seseorang dikatakan memasuki perimenopause ketika siklus menstruasi bergeser lebih dari 7 hari dari pola biasanya. Di tahap awal, menstruasi bisa sekadar terlambat, tetapi di tahap lanjut bisa hilang lebih dari 60 hari.
Perimenopause baru benar-benar berakhir setelah 12 bulan penuh tanpa menstruasi. Saat itulah menopause resmi dimulai.
Lantas, kapan perimenopause dimulai? Biasanya, kadar estrogen mulai menurun pada pertengahan hingga akhir usia 30-an. Namun, tidak ada pola yang sama untuk semua perempuan.
Baca Juga: Karena Cemburu, Duda di Sagulung, Batam, Nekad Bakar Motor Janda dan Hancurkan Televisi
Faktor genetik, gaya hidup, hingga kondisi sosial-ekonomi berpengaruh pada kapan perimenopause muncul. Studi Study of Women’s Health Across the Nation (SWAN) menunjukkan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, hingga stres finansial bisa mempercepat datangnya perimenopause.
Rata-rata usia menopause pun berbeda di berbagai negara. Sebut saja sekitar 46 tahun di India dan beberapa kawasan Asia lainnya, sementara di Amerika Serikat mencapai 52 tahun.
Banyak orang mengira perimenopause hanya berlangsung 1–4 tahun. Faktanya, durasinya bisa lebih panjang. Pada sebagian perempuan, perimenopause hanya berlangsung 1–2 tahun. Namun, ada juga yang mengalami fase ini hingga 10 tahun atau lebih. Rata-rata, perimenopause terjadi sekitar 7 tahun, termasuk satu tahun penuh setelah menstruasi terakhir.
Semakin dini perimenopause dimulai, biasanya semakin lama fase ini berlangsung.
Dokter biasanya membagi tahapan perimenopause ke dalam empat fase berdasarkan kriteria medis STRAW+10:
- Perimenopause awal– siklus mulai tidak teratur, kadang terlambat.
- Perimenopause menengah– jarak antar menstruasi semakin panjang.
- Perimenopause akhir– haid bisa hilang lebih dari 60 hari.
- Menopause– 12 bulan penuh tanpa menstruasi.
Hampir 80 persen perempuan usia paruh baya mengalami gejala perimenopause. Berikut yang paling sering terjadi:
Baca Juga: Menang Lelang Rumah dan Lahan dari Bank BNI, Wahyu Malah hanya Dapat Tanah Kosong
- Menstruasi tidak teratur
- PMS semakin parah
- Nyeri payudara
- Perut kembung
- Hot flashes atau keringat malam
- Sulit tidur
- Mudah marah dan perubahan mood
- Brain fog(sulit konsentrasi)
- Kelelahan kronis
- Kekeringan vagina
- Penurunan gairah seksual
- Infeksi saluran kemih berulang
- Penambahan berat badan di area perut
- Depresi atau kecemasan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak