Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Fakta Topan Ragasa, Badai Siklon Tropis Terkuat yang Hantam Wilayah Selatan Tiongkok

Chahaya Simanjuntak • Rabu, 24 September 2025 | 21:49 WIB

Gelombang besar menghantam bibir pantai Tseung Kwan O saat badai Ragasa melintas disertai angin kencang dan hujan deras. F Reuters
Gelombang besar menghantam bibir pantai Tseung Kwan O saat badai Ragasa melintas disertai angin kencang dan hujan deras. F Reuters

Batampos -  Topan Ragasa menjadi siklon tropis terkuat di dunia yang terjadi di 2025. Badai kategori 5 ini, menghantam pesisir selatan Tiongkok setelah sebelumnya menewaskan 17 orang di Taiwan dan melumpuhkan Hong Kong.

Berikut beberapa fakta penting mengenai Topan Ragasa dan dampaknya di Tiongkok, seperti dilansir dari Typhoon Ragasa, the world's most powerful tropical cyclone this year, strikes China after lashing Taiwan and Hong Kong dari Reuters, yakni:

1. Pertama Muncul di Guangdong, Salah Satu Pusat Ekonomi Tiongkok

Topan ini pertama muncul di Guangdong, kota di pesisir Yangjiang, Rabu (24/9/2025). Guangdong adalah salah satu provinsi paling padat penduduk dan menjadi pusat industri penyulingan minyak di Tiongkok. Kota besar yang terdampak antara lain Guangzhou, Shenzhen, Foshan, dan Dongguan, yang dihuni sekitar 50 juta orang.

Baca Juga: Diterjang Topan Ragasa, Dua Juta Warga Guangdong Dievakuasi

2. Dua Juta Warga Dievakuasi

Sebanyak 2 juta warga dievakuasi dari jalur topan. Kementerian Darurat Tiongkok mengerahkan puluhan ribu tenda, tempat tidur lipat, serta peralatan penyelamatan ke wilayah terdampak.

3. Gelombang Pasang Capai 2,8 Meter

Otoritas kelautan Tiongkok mengeluarkan peringatan merah gelombang pasang, yang merupakan level tertinggi. Gelombang laut dilaporkan mencapai ketinggian hingga 2,8 meter di wilayah Guangdong dan Delta Sungai Pearl.

4. Infrastruktur Hong Kong Diterjang Badai

Di Hong Kong, Ragasa menyebabkan banjir di sejumlah kawasan pesisir timur dan selatan. Video di media sosial memperlihatkan air laut menerjang masuk ke hotel dan pusat perbelanjaan. Sedikitnya 90 orang terluka dan lebih dari 800 warga mengungsi ke tempat penampungan darurat.

5. Dampak Perubahan Iklim

Para ahli memperingatkan bahwa perubahan iklim membuat topan semakin kuat di Asia Timur. Benjamin Horton, dekan School of Energy and Environment di City University of Hong Kong, menegaskan, badai seperti Ragasa akan lebih sering terjadi di masa depan.

Baca Juga: Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Bintan, Diduga Cemburu

6. Kerugian Ekonomi Diprediksi Besar

Meski pemerintah Tiongkok dan Hong Kong disebut lebih siap dibandingkan saat topan Hato, yang terjadi di 2017 lalu, atau topan Mangkhut di 2018, kerugian ekonomi akibat Ragasa tetap diprediksi mencapai miliaran dolar AS.

Topan Ragasa menjadi peringatan keras bagi negara-negara Asia Timur tentang ancaman badai tropis di era perubahan iklim. Dengan korban jiwa di Taiwan, lumpuhnya Hong Kong, serta evakuasi besar-besaran di Tiongkok, Ragasa tercatat sebagai salah satu bencana alam terbesar yang terjadi di 2025 ini. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#tiongkok #topan ragasa #perubahan iklim