batampos - Air radiator memiliki peran penting untuk menjaga suhu mesin mobil tetap stabil. Tanpa perawatan yang baik, sistem pendingin bisa mengalami gangguan.
Mesin cepat panas berisiko merusak komponen utama kendaraan.
6 Cara Merawat Air Radiator Agar Mesin Tetap Dingin
Ini 6 cara merawat air radiator agar mesin tetap dingin, dikutip dari Professional Auto Repair:
1. Periksa level coolant secara rutin
Pastikan level cairan pendingin di reservoir atau radiator dalam batas Min/Max saat mesin dingin. Bila rendah, tambahkan sesuai spesifikasi.
2. Gunakan jenis coolant yang tepat
Coolant yang direkomendasikan oleh pabrik yang sesuai adalah anti freeze dan air dengan rasio yang benar. Jangan mencampur jenis yang berbeda karena bisa mengurangi efektivitas atau merusak sistem pendingin.
3. Pembilasan sistem pendingin secara berkala
Coolant bisa terkontaminasi oleh karat, kotoran, dan deposit. Hal ini mengurangi efisiensi pendinginan. Jadwalkan flush tiap 1 tahun atau 30.000 km sebagai panduan umum.
4. Periksa dan bersihkan bagian luar radiator
Radiator pendingin butuh aliran udara yang baik untuk meredam panas. Debu, kotoran, daun, atau serangga bisa menghambat aliran udara sehingga pendinginan menurun.
5. Periksa selang, klem, tutup radiator
Selang - selang karet bisa retak, bocor, longgar klemnya yang menyebabkan kebocoran coolant. Tutup radiator yang memiliki fungsi penting untuk menjaga tekanan sistem pendinginan.
Komponen seperti pompa air, thermostat perlu diperhatikan karena fungsi mereka terkait sirkulasi coolant.
6. Pantau suhu mesin
Jika temperatur mesin mulai naik di atas normal atau fluktuatif, bisa jadi ada masalah di sistem pendinginan. Jangan menunda pemeriksaan ketika tanda masalah muncul.
Perawatan air radiator yang rutin dan tepat bukan hanya menjaga suhu, tetapi memperpanjang usia komponen kendaraan.
Iklim tropis seperti Indonesia perlu perhatian ekstra pada sistem pendinginan agar mobil tetap prima meski digunakan setiap hari.(*)
Editor : Juliana Belence