Waspada Spoofing, Modus Penipuan Digital yang Semakin Marak
Chahaya Simanjuntak• Selasa, 25 November 2025 | 18:08 WIB
ILUSTRASI spoofing, teknik penipuan digital yang semakin marak kini.
Batampos - Di era digital yang serba cepat, kejahatan siber tidak hanya berkembang, tetapi juga semakin sulit dikenali. Salah satu teknik yang paling sering digunakan penipu adalah spoofing, atau metode penyamaran digital yang membuat pelaku terlihat seperti pihak resmi.
Banyak orang menjadi korban karena tidak menyadari bahwa pesan yang mereka terima sebenarnya berasal dari penjahat siber.
Spoofing merupakan upaya memalsukan identitas digital. Pelaku meniru nama, nomor, alamat email, situs web, atau tampilan pesan agar terlihat berasal dari pihak terpercaya seperti:
Tujuannya bervariasi, dari mencuri data, mengambil alih akun, hingga menguras isi rekening korban.
Spoofing bekerja dengan memanfaatkan celah pada sistem komunikasi digital, membuat identitas palsu terlihat nyata dan sulit dibedakan oleh pengguna biasa.
Jenis-Jenis Spoofing yang Perlu Diwaspadai
Guna memahami betapa luasnya teknik spoofing, berikut jenis yang paling sering ditemukan:
1. Email Spoofing
Penipu mengirim email dengan alamat yang tampak resmi. Biasanya berisi permintaan data atau link phishing.
2. SMS Sender ID Spoofing
ID pengirim bisa muncul sebagai “BANK”, “GOV”, atau nama lembaga lain meski pesan itu sebenarnya palsu.
3. Caller ID Spoofing
Nomor telepon disamarkan sehingga terlihat seperti berasal dari institusi resmi atau bahkan kerabat.