Batampos - Penyalahgunaan Kpod, sebuah e-vaporiser yang mengandung etomidate, semakin menjadi perhatian serius di Asia Tenggara. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Singapura mencatat peningkatan kasus remaja yang terlibat dalam penggunaan Kpod, sehingga memicu penegakan hukum yang lebih ketat dan kampanye edukasi mengenai bahaya zat tersebut.
Etomidate, dalam batas normal, digunakan sebagai obat anestesi dalam dunia medis, Namun kini, disalahgunakan melalui bentuk vape. Pengguna dapat merasakan efek sedatif yang kuat, disertai risiko kesehatan jangka pendek dan jangka panjang yang sangat berbahaya. Demikian dilansir dari Channel News Asia.
Kpod adalah pod vape yang diisi dengan etomidate, zat sedatif yang dapat menekan fungsi sistem saraf pusat. Saat dihirup melalui vape, efeknya lebih cepat terasa dan mudah menimbulkan ketergantungan, terutama pada remaja yang masih berada dalam fase perkembangan otak.
Baca Juga: Miliki Rokok Elektrik atau Kpod, Remaja Myanmar Kehilangan Izin Tinggal Jangka Panjang di Singapura
Lalu, apa efeknya dan mengapa Kpod ini berbahaya? Ini penjelasannya:
1. Gangguan Kesadaran dan Risiko Kecelakaan
Etomidate dapat menyebabkan pengguna pelo, disorientasi, penurunan refleks, hingga kehilangan kesadaran. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika pengguna sedang berada di ruang publik atau berkendara.
2. Kerusakan Fungsi Otak Remaja
Menurut para ahli kesehatan, paparan zat penekan sistem saraf dapat mengganggu perkembangan otak yang berhubungan dengan pengambilan keputusan, kontrol impuls, dan memori jangka panjang.
Baca Juga: Warga Kute Siantan Keluhkan Internet Lemah, Ini Komentar Bupati Aneng
3. Potensi Ketergantungan dan Penyalahgunaan Obat
Meskipun etomidate tidak dikategorikan sebagai narkotika kelas berat, penyalahgunaannya dapat memicu ketergantungan psikologis yang kuat. Pengguna akan terus mencari sensasi tenang atau “melayang” yang diberikan Kpod, sehingga berisiko beralih ke zat lain yang lebih berbahaya.
4. Gangguan Pernapasan dan Jantung
Karena etomidate menekan aktivitas sistem saraf pusat, pengguna berisiko mengalami laju napas melambat, detak jantung tidak stabil, hingga kolaps jika dosis terlalu tinggi.
5. Risiko Hukum dan Masa Depan yang Terancam
Selain berdampak pada kesehatan, penggunaan Kpod dapat menghancurkan masa depan penggunanya. Di Singapura, pelanggaran terkait etomidate dapat berujung pada hukuman hingga 20 tahun penjara, rehabilitasi, denda hingga 2 ribu dolar, bahkan deportasi dan larangan masuk Singapura bagi WNA. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak