batampos - Mi instan menjadi salah satu makanan instan yang hadir dengan berbagai varian rasa. Di Indonesia, makanan ini sangat populer dengan harga murah.
"Indonesia menempati posisi kedua global dalam konsumsi mi instan, setelah Tiongkok," tulis data dari World Instant Noodles Association (WINA), dikutip dari IDN Financials, Selasa (23/12).
Pada tahun 2024, total konsumsi mi instan di Indonesia mencapai sekitar 14,7 miliar porsi per tahun. Tiongkok mencapai 43,8 miliar porsi, tetapi tetap unggul dari India dan Jepang.
Dari sisi konsumsi per kapita, Indonesia berada di peringkat kelima dunia dengan rata - rata 51,7 poris per orang per tahun. Melampaui Jepang (47,8) dan Tiongkok (30,9).
Permintaan di kawasan ASEAN juga termasuk tertinggi secara global dengan Vietnam mencatat 80 porsi per kapita dan Thailand 57,8 porsi per kapita.
Faktor di Balik Konsumsi Tinggi
Konsumsi mi instan yang tinggi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, dikutip dari Seasia.co:
1. Harga yang relatif terjangkau membuat mi instan menjadi pilihan di berbagai lapisan masyarakat.
2. Praktis dan mudah disiapkan yang cocok untuk gaya hidup cepat dan makanan sehari - hari.
3. Beragam variasi rasa, termasuk mi goreng dan kuah dengan bumbu khas Indonesia. Hal ini meningkatkan daya tarik produk di pasar domestik.
Data juga menunjukkan bahwa konsumsi mi instan di kawasan Asia tenggara secara umum tetap termasuk yang tertinggi di dunia.
Data per kapita menunjukkan bahwa Indonesia memiliki tingkat konsumsi mi instan yang tinggi dibanding banyak negara besar lainnya.
Data dari lembaga global seperti World Instant Noodles Association (WINA) memperkuat fakta bahwa Indonesia bukan hanya pasar besar, tetapi penting dalam industri mi instan dunia baik dari sisi total konsumsi dan daya saing produsennya.(*)
Editor : Juliana Belence