Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Lima Gejala Awal ALS yang Kerap Diabaikan dan Dianggap Sekadar Kelelahan

Chahaya Simanjuntak • Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:30 WIB

ILUSTRASI penyakit Lou Gehrig dan cara penanganan untuk meringankannya. F Verywell Health
ILUSTRASI penyakit Lou Gehrig dan cara penanganan untuk meringankannya. F Verywell Health

Batampos - Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) merupakan penyakit neurodegeneratif progresif yang menyerang sel saraf motorik di otak dan sumsum tulang belakang.

Penyakit ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan perlahan dan tidak spesifik sehingga banyak orang mengira tanda-tanda awalnya sebagai kelelahan atau kondisi biasa. Inilah yang menyebabkan  diagnosisnya sering terlambat. Padahal, deteksi lebih awal bisa membantu perawatan dan manajemen gejala agar kualitas hidup penderita lebih baik. 

Melansir dari Mayo Clinic, ALS dikenal juga sebagai penyakit Lou Gehrig. Alasannya, karena Lou Gehrig, atlet Basebal AS yang pertama didiagnosis akan penyakit ini.

Seseorang yang mengidap penyakit ini, akan mengalami kondisi di mana sel-sel saraf yang mengendalikan otot bergerak mengalami degenerasi dan akhirnya mati. Akibatnya, otot-otot yang dikendalikan menjadi melemah, dan lama-kelamaan menghambat kemampuan berjalan, berbicara, menelan hingga bernapas.

Baca Juga: Kunjungi AS, Sugiono Temui Menlu AS Marco Rubio Bahas Penguatan Kemitraan Strategis RI-AS

Berikut lima gejalan awal ALS yang kerap diabaikan seperti dikutip dari Verywell Health, yakni:

- Kelemahan Otot yang Muncul Perlahan

Salah satu gejala paling umum dan sering pertama kali terjadi pada penderita ALS adalah kelemahan otot, terutama di tangan, lengan, kaki atau bahu. Hal yang awalnya dianggap sebagai kelelahan setelah aktivitas bisa berkembang menjadi kesulitan mengangkat barang, membuka kancing, atau naik turun tangga. 

Karena gejala ini sangat mirip dengan kelelahan biasa, banyak orang mengabaikan dan tidak segera mencari pemeriksaan medis. 

- Kedutan, Kram, dan Spastisitas Otot

Beberapa penderita mengalami kedutan (fasciculations) atau kram otot yang terjadi berulang kali di lengan, kaki, atau bahkan lidah, tanpa sebab yang jelas. Meskipun kadang-kadang dianggap sebagai akibat stres atau kurang istirahat, fasciculations yang terus-menerus bisa menjadi tanda awal ALS. 

Baca Juga: Kejati Kepri Selidiki Dugaan Korupsi Kredit Mikro di BRI Tanjungpinang

- Kesulitan Mengendalikan Motorik Halus

Kesulitan melakukan aktivitas sederhana seperti menulis, memasukkan kunci, atau menggenggam suatu benda bisa menjadi gejala awal yang sering diabaikan. Hal ini bisa membuat seseorang sering menjatuhkan barang tanpa memahami ada sesuatu yang lebih serius. 

- Perubahan Cara Bicara dan Menelan

Beberapa orang mengalami bicara yang sedikit tidak jelas atau lambat, yang mungkin muncul karena otot di wajah dan tenggorokan melemah. Selain itu, kesulitan menelan atau dysphagia juga bisa menjadi gejala awal, meskipun sering dianggap akibat mulut kering atau kelelahan suara. 

- Kelelahan yang Tidak Biasa

Rasa lelah yang tidak kunjung hilang, terutama setelah aktivitas ringan atau tanpa alasan jelas, bisa menjadi tanda bahwa otot-otot tidak lagi bekerja seperti semula. Gejala ini sering disalahartikan sebagai tanda stres, kurang tidur, atau postur tubuh yang kurang baik. 

Gejala awal ALS sering berkembang secara perlahan dan subtil, sehingga penderita cenderung menganggapnya sebagai bagian dari proses penuaan, kelelahan, atau kondisi fisik biasa. Padahal, ALS adalah kondisi serius yang memburuk seiring waktu dan menargetkan fungsi motorik yang sangat penting. Hingga kini ALS belum memiliki obat yang bisa menyembuhkan. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Penyakit Lou Gehrig #Penyakit ALS Eric Dane #Gejala Penyakit ALS