Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sejarah Mak Yong di Kepulauan Riau, Seni Teater Melayu yang Mendunia

Juliana Belence • Selasa, 10 Maret 2026 | 13:15 WIB

Mak Yong salah satu teater Melayu yang terkenal di Kepulauan Riau.
Mak Yong salah satu teater Melayu yang terkenal di Kepulauan Riau.

batampos - Seni pertunjukan tradisional Mak Yong merupakan salah satu warisan budaya Melayu yang memiliki sejarah panjang di kawasan Asia Tenggara.

Mak Yong berkembang sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir.

Pertunjukan ini telah diwariskan secara turun - temurun dan sering ditampilkan dalam berbagai acara adat maupun festival budaya di wilayah Kepulauan Riau.

Mak Yong merupakan seni teater tradisional yang memadukan unsur drama, tari, musik, nyanyian, dan ritual dalam satu pertunjukkan.

Kesenian tersebut dikenal sebagai tradisi lisan masyarakat Melayu yang sarat nilai budaya dan cerita rakyat.

Mak Yong telah berkembang lebih dari 800 tahun di kawasan Semenanjung Melayu.

Seni pertunjukkan berasal dari wilayah Kelantan di Semenanjung Melayu dan wilayah Pattani di Tailan selatan sebelum menyebar ke berbagai wilayah Melayu di Asia Tenggara.

Mak Yong tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi berkaitan dengan ritual penyembuhan tradisional yang dikenal sebagai main puteri.

Pertunjukan dilakukan dengan unsur tari, musik rebab, dan nyanyian untuk memohon kesembuhan atau menenangkan roh.

Seiring perkembangan zaman, Mak Yong menjadi hiburan istana dan masyarakat di kerajaan - kerajaan Melayu.

Pertunjukkan biasanya menampilkan kisah legenda, mitologi, dan cerita rakyat yang sarat pesan moral bagi penonton. Mak Yong berkembang di Indonesia di wilayah Batam dan Bintan di Kepulauan Riau.

Tradisi menyebar melalui jalur perdagangan dan interaksi budaya di kawasan Selat Malaka sejak sekitar abad ke -19. Mak Yong menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Melayu di wilayah tersebut.

Pertunjukannya menampilkan tokoh seperti Pak Yong, Mak Yong, serta tokoh penghibur atau penasihat kerajaan dengan iringan alat musik tradisional seperti rebab dan gendang.

Mak Yong telah diakui lebih dahulu oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2008 melalui Malaysia.

Namun, pengakuan diberikan karena kesenian ini memiliki nilai budaya tinggi dan merepresentasikan tradisi masyarakat Melayu.

Langkah Indonesia menunjukkan komitmen untuk merawat Mak Yong sebagai seni pertunjukan yang hidup di tengah masyarakat.(*)

Editor : Juliana Belence
#bintan #kepulauan riau #batam #Mak Yong #teater tradisional #tradisional #melayu