batampos - Bloober Team mengungkapkan rencana besar mereka untuk tahun 2026.
Studio yang dikenal lewat berbagai judul horor psikologis ini menyatakan akan menghadirkan sejumlah pengumuman proyek game baru dalam waktu dekat.
"2026 sebagai tahun komunikasi yang sangat intens, karena studio akan mulai mengungkap proyek - proyek yang telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir," kata CEO Bloober Team, Piotr Babieno, dikutip dari VGC, Kamis (12/3).
Bloober Team berencana menghadiri sejumlah acar industri gim besar untuk memperkenalkan proyek mereka secara bertahap kepada publik.
Perusahaan juga akan memberikan pembaruan terkait beberapa proyek yang sudah pernah diumumkan sebelumnya.
Salah satu proyek yang paling menarik perhatian adalah gim misterius dengan nama kode Project H. Proyek tersebut disebut sebagai gim paling ambisius yang pernah dikerjakan oleh Bloober Team.
Potensi komersial terbesar dibandingkan judul - judul mereka sebelumnya. Studio juga tengah mengembangkan Project M.
Project M merupakan gim horor yang dikabarkan akan dirilis secara eksklusif untuk konsol Nintendo generasi terbaru.
Proyek dikerjakan bersama label second party dan Broken Mirror Games. Disebut memiliki konsep gameplay yang dirancang khusus untuk perangkat Nintendo.
Studio juga masih menangani beberapa proyek besar lain. Remake dari Silent Hill serta gim horor baru berjudul Layers of Fear 3.
Pengumuman gim terbaru menjadi bagian dari perayaan 10 tahun seri Layers of Fear.
Bloober Team sendiri dikenal luas setelah mengembangkan remake Silent Hill 2 serta game horor fiksi ilmiah Cronos: The New Dawn yang dirilis pada 2025.
Kedua proyek tersebut membantu memperkuat reputasi studio sebagai salah satu pengembang game horor modern yang cukup berpengaruh di industri.
Perusahaan juga berencana memanfaatkan berbagai ajang industri game internasional seperti Gamescom atau acara besar lainnya untuk mengungkap proyek - proyek tersebut secara bertahap sepanjang 2026.
Bloober Team sampai saat ini belum mengungkap tanggal pasti peluncuran gim - gim barunya.(*)
Editor : Juliana Belence