Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Harga Cabai Masih Menggigit, Pedagang Kuliner di Batam Merintih

Yashinta • Senin, 14 April 2025 | 10:41 WIB
Harga cabai merah di Pasar Bintan Center mengalami kenaikan dan dijual sebesar Rp105 ribu per kilogramnya, Kamis (3/4).
Harga cabai merah di Pasar Bintan Center mengalami kenaikan dan dijual sebesar Rp105 ribu per kilogramnya, Kamis (3/4).

batampos – Meski perayaan Lebaran telah berlalu, harga cabai di pasar tradisional Kota Batam masih belum juga turun. Kondisi ini menjadi momok bagi para pedagang makanan yang sangat bergantung pada cabai sebagai bahan pokok dalam menu mereka.

Berdasarkan pantauan di Pasar Botania, Batam Center pada Sabtu (13/4), harga cabai rawit jenis lombok—yang dikenal karena sensasi pedasnya—masih bertahan di kisaran Rp 80.000 hingga Rp 90.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya banyak yang memperkirakan harga akan mereda usai puncak permintaan di bulan puasa dan Idulfitri. Namun kenyataannya, harga tetap tinggi.

“Cabai rawit lombok belum juga turun, masih mahal,” ujar Dika, pedagang sayuran di pasar tersebut.

Tak hanya itu, harga cabai merah keriting juga mengalami lonjakan. Setelah sempat turun menjadi Rp 60.000 per kilogram setelah Lebaran, kini kembali merangkak naik ke kisaran Rp 70.000 hingga Rp 80.000.

“Naik lagi sekarang. Kemarin Rp 60 ribu, sekarang sudah naik. Kalau cabai rawit biasa masih di angka Rp 60 ribu per kilo,” jelas Dika.

Lonjakan harga ini langsung berdampak pada pelaku usaha kuliner, khususnya yang mengandalkan sambal sebagai sajian utama, seperti penjual ayam penyet, ikan bakar, hingga nasi sambal. Risa, pemilik warung ayam penyet di Nongsa, mengaku beban biaya produksi jadi lebih berat karena mahalnya harga cabai.

“Cabai itu bahan inti. Kalau naik terus, otomatis modal juga naik. Mau naikin harga menu, kasihan pelanggan. Tapi kalau tetap, untung makin kecil,” keluh Risa.

Sebelumnya, dengan Rp 200.000, Risa bisa membeli stok cabai untuk tiga hari. Kini, jumlah yang sama harus ditebus dengan Rp 300.000 hingga Rp 350.000.

“Biasanya 3 kilo cukup buat tiga hari. Sekarang, dengan harga segitu, kami harus hitung-hitungan lagi. Kadang juga sambalnya dikurangi, biar nggak rugi,” tambahnya.

Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga, baik melalui pasokan dari sentra produksi maupun operasi pasar murah.

“Mudah-mudahan harga cepat turun. Kalau nggak, kami para penjual sambal bisa ‘kepedasan’ beneran, bukan cuma karena rasanya,” ujar Risa sambil tersenyum getir.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, belum dapat dimintai keterangan terkait lonjakan harga cabai tersebut.(*)

Editor : Putut Ariyotejo
#cabai