batampos - Alphabet Inc. perusahaan induk Google mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan infrastruktur energi dan data center Intersect senilai US$4,75 miliar dalam tunai dan asumsi utang.
Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi Alphabet untuk memperkuat kapasitas energi dan data center yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan teknologi AI yang sangat membutuhkan listrik.
Intersect merupakan perusahaan yang mengembangkan solusi energi dan infrastruktur data center, termasuk pembangkit listrik terbarukan dan infrastruktur pendukung untuk AI dan beban komputer.
Perusahaan ini sebelumnya telah menerima investasi besar dari Google dan mitra (TPG Rise Climate).
Kesepakatan ini mencakup platform pengembangan energi Intersect dan timnya, serta proyek energi dan pusat data berskala besar yang sedang dibangun atau dalam pengembangan.
Beberapa sudah dikontrakkan oleh Google dalam kemitraan sebelumnya.
Namun, aset operasi Intersect di Texas dan proyek di California yang terikat dengan klien lain tidak termasuk dalam pembelian dan akan tetap dijalankan secara independen.
Akuisisi ini untuk menjawab permintaan listrik naik tajam karena beban kerja AI dan cloud computing.
Grid listrik umum di AS kesulitan memenuhi kebutuhan baru ini.
Dengan mengakusisi Intersect, Google bisa mengembangkan pembangkit listrik sendiri yang co-locate dengan data center untuk mempercepat koneksi energi dan mengurangi ketergantungan kepada grid publik.
Fokusnya pada solusi energi terbarukan dan inovatif, seperti penyimpanan energi dan teknologi baru yang mendiversifikasi pasokan listrik. Hal ini penting untuk kestabilan pusat data dan efisiensi biaya jangka panjang.
“Intersect selalu berfokus menghadirkan inovasi bagi industri. Kami menantikan percepatan dalam skala besar sebagai bagian dari Google,” kata Sheldon Kimber, pendiri dan CEO Intersect, dikutip dari Intersect, Rabu (31/12).
Alphabet berharap dapat mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik umum yang terbatas dan mempercepat penyediaan energi bersih langsung ke fasilitas data center.
“Intersect akan membantu perusahaan memperluas kapasitas energi dan membangun pembangkit listrik baru bersamaan dengan beban pusat data,” kata CEO Alphabet, Sundar Pichai, dikutip dari Beyondspx.
Kesepakatan ini diperkirakan akan selesai pada paruh pertama tahun 2026.
Akuisisi ini memperkuat posisi Google dalam perlombaan global pengembangan AI dan layanan cloud sambil menanggapi kebutuhan energi yang semakin besar dan kompleks.
Hal ini mencerminkan tren perusahaan teknologi besar mengambil peran langsung dalam pasokan energi, bukan hanya bergantung kepada utilitas eksternal.(*)
Editor : Juliana Belence