batampos - Dua operator franchise cepat saji KFC dan Pizza Hut di India menyetujui merger besar senilai US$934 juta untuk menggabungkan operasi mereka dan membentuk salah satu perusahaan quick service restaurant (QSR) terbesar di negara itu.
Kesepakatan ini disetujui oleh dewan direksi kedua perusahaan dan diproyeksikan akan selesai dalam 12 - 15 bulan ke depan.
Tergantung pada persetujuan regulator, bursa saham, komisi persaingan usaha, pemegang saham, dan kreditor.
Sebagai bagian dari transaksi, Devyani International akan menerbitkan 177 saham untuk setiap 100 saham Sapphire Foods yang dimiliki oleh pemegang sahamnya lewat mekanisme share swap.
Setelah merger selesai, entitas gabungan ini akan menjadi operator tunggal bagi restoran KFC dan Pizza Hut di India dan wilayah lainnya. Mengelola lebih dari 3.000 outlet di India dan luar negeri.
Penggabungan ini diharapkan memberi skala ekonomi besar, efisiensi biaya, dan kemampuan ekspansi yang lebih agresif.
Merger ini merupakan respons strategis terhadap tekanan operasional yang meningkat, persaingan ketat, dan perlambatan pertumbuhan penjualan.
Kedua operator diharapkan dapat menurunkan biaya, mempermudah pengambilan keputusan, dan memperkuat posisi mereka di pasar yang sangat kompetitif.
Pasar restoran cepat saji di India menghadapi tantangan kompetitif dari pemain besar seperti Domino's Pizza dan McDonald's.
Perubahan perilaku konsumen yang hemat dalam belanja non esensial membuat konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk masa depan kedua merek.
Merger ini mendapatkan persetujuan dari Yum! Brands, pemilik global dari merek KFC dan Pizza Hut.
Mereka melihat langkah ini sebagai cara untuk menyederhanakan operasional dan mempercepat pertumbuhan di salah satu pasar terbesar dunia.(*)
Editor : Juliana Belence