batampos – Produksi ikan air tawar di Batam terus menunjukkan tren positif. Setiap hari, pembudidaya lokal mampu menghasilkan 7 hingga 10 ton ikan konsumsi, dengan lele sebagai komoditas paling dominan.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan produksi lele mencapai 5 hingga 8 ton per hari. Tingginya produksi tersebut sejalan dengan permintaan pasar yang juga besar.
“Lele masih paling tinggi produksinya, rata-rata 5 sampai 8 ton per hari. Permintaannya juga paling besar,” ujarnya, Minggu (15/2).
Selain lele, ikan nila menjadi komoditas andalan berikutnya dengan produksi sekitar 2 ton per hari. Sedangkan gurame menyusul dengan jumlah produksi lebih kecil.
Secara keseluruhan, produksi ikan air tawar Batam berada di kisaran 7 hingga 10 ton per hari, tergantung siklus panen dan permintaan pasar. Seluruh pasokan tersebut berasal dari pembudidaya lokal tanpa bergantung pada daerah lain.
Produksi tersebut ditopang kolam budidaya konvensional yang tersebar di sejumlah wilayah serta sistem bioflok yang terus dikembangkan.
Sejak 2024, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perikanan telah menyalurkan puluhan hingga ratusan unit bioflok kepada kelompok pembudidaya. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, terutama di lahan terbatas.
Dengan capaian tersebut, Batam dinilai mampu menjaga kemandirian pasokan ikan air tawar sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah optimistis produksi akan terus meningkat seiring penguatan program budidaya dan dukungan kepada pembudidaya lokal. (*)
Editor : M Tahang