batampos – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah mitra peneliti berhasil mendokumentasikan 10 spesies anggrek baru di Indonesia. Temuan ini dinilai penting untuk memperluas data biodiversitas sekaligus memperkuat upaya konservasi flora di Tanah Air.
Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) BRIN, Aninda Retno Utami Wibowo, mengatakan Indonesia, khususnya kawasan Wallacea dan wilayah timur Indonesia, masih memiliki potensi besar keanekaragaman anggrek yang belum terdokumentasi secara ilmiah.
“Ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya kawasan Wallacea dan wilayah timur Indonesia, masih menyimpan banyak potensi keanekaragaman anggrek yang belum terdokumentasi,” ujar Aninda dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Baca Juga: 15 Wisata Malang Selatan Paling Hits 2026: Pantai, Sumber Air, hingga Bukit Eksotis
Menurutnya, eksplorasi lapangan dan kajian koleksi herbarium perlu terus diperkuat guna memperkaya data biodiversitas nasional.
Penelitian tersebut melibatkan sejumlah mitra, di antaranya Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara, Yayasan Konservasi Biota Lahan Basah, Universitas Samudra, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Dalam riset itu, tim peneliti mendokumentasikan 10 spesies anggrek yang baru tercatat di Indonesia, yakni:
- Bulbophyllum nematocaulon
- Bulbophyllum sanguineomaculatum
- Cleisomeria lanatum
- Corybas calopeplos
- Corybas holttumii dari Sumatra
- Acanthophippium bicolor
- Anoectochilus papuanus dari Jawa
- Dendrobium teretifolium dari Nusa Tenggara
- Bulbophyllum thiurum dari Kalimantan
- Aerides augustiana dari Sulawesi
Penelitian dilakukan melalui eksplorasi lapangan sepanjang 2020 hingga 2024 di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Nusa Tenggara.
Eksplorasi dilakukan oleh Yuda Rehata Yudistira dari Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara dan Yayasan Konservasi Biota Lahan Basah, serta Wendy A. Mustaqim dari Departemen Biologi Universitas Samudra.
Tim peneliti melakukan pengambilan spesimen, dokumentasi morfologi, pengawetan herbarium, hingga analisis perbandingan dengan koleksi herbarium nasional dan internasional.
Aninda menjelaskan beberapa spesies menunjukkan pola persebaran yang menarik secara biogeografi. Salah satunya Anoectochilus papuanus yang sebelumnya hanya diketahui tersebar di Papua dan Kepulauan Solomon, namun kini ditemukan di Jawa Timur.
Selain itu, Dendrobium teretifolium yang sebelumnya diketahui berasal dari Australia, kini juga ditemukan di wilayah Nusa Tenggara Timur.
“Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar penting bagi upaya konservasi flora Indonesia, terutama di kawasan yang masih kurang tereksplorasi,” kata Aninda.
Baca Juga: Barcelona Juara Liga Spanyol 2025/2026 Setelah Bekuk Real Madrid 2-0
Ia menambahkan dokumentasi spesies yang akurat sangat dibutuhkan untuk mendukung perlindungan habitat serta memperkuat kebijakan konservasi berbasis data ilmiah.
Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Lankesteriana Volume 26 Nomor 1 Tahun 2026 melalui artikel berjudul Ten New Orchid Records from the Indonesian Archipelago.
(*)
Editor : Putut Ariyotejo