Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Amerika Serikat Jalankan Program Kesehatan di Banten, Berhasil Turunkan Angka Kematian Ibu hingga 55 Persen

Chahaya Simanjuntak • Rabu, 13 Mei 2026 | 16:40 WIB
Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS Peter M. Haymond (Ketiga dari kanan) dalam kegiatan Pembelajaran dan Transisi di Serang, Banten, 12 Mei 2026 lalu. F Erik Kurniawan/Kedubes AS di Jakarta untuk Batam Pos
Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS Peter M. Haymond (Ketiga dari kanan) dalam kegiatan Pembelajaran dan Transisi di Serang, Banten, 12 Mei 2026 lalu. F Erik Kurniawan/Kedubes AS di Jakarta untuk Batam Pos

Batampos - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta bersama Kementerian Kesehatan RI dan otoritas kesehatan Provinsi Banten menggelar Kegiatan Pembelajaran dan Transisi di Serang, Selasa (12/5/2026). Ini menjadi momentum perayaan keberhasilan peningkatan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di daerah itu.

Kegiatan ini juga menyoroti capaian program MOMENTUM Country and Global Leadership (MCGL) yang sejak 2021 berfokus memperkuat sistem kesehatan ibu dan bayi baru lahir di berbagai wilayah Indonesia.

Di Banten, program ini dijalankan di lima kabupaten dan kota melalui pendekatan Collaborative Quality Improvement atau Peningkatan Mutu Kolaboratif.

Baca Juga: Dinkes Batam Deteksi Dini Kesehatan Jiwa 9.255 Anak

Melalui pendekatan tersebut, kemampuan tenaga kesehatan garda depan meningkat, termasuk penguatan peran kader kesehatan masyarakat dalam memberikan layanan kesehatan esensial bagi ibu dan bayi baru lahir.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS, Peter M. Haymond, mengatakan AS bangga dapat bermitra dengan Indonesia dalam meningkatkan layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Provinsi Banten.

“Upaya ini berhasil. Angka kematian ibu menurun sebesar 55 persen di fasilitas-fasilitas MOMENTUM yang didukung pemerintah AS. Keberhasilan ini menunjukkan apa yang dapat dicapai melalui pendekatan berbasis bukti dan rasa kepemilikan lokal yang kuat,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (13/5/2026).

Ia menambahkan, bantuan kesehatan AS dirancang untuk mendorong kemandirian negara penerima bantuan melalui penguatan kapasitas pemerintah daerah.

Berdasarkan data program, angka kematian ibu di fasilitas kesehatan yang didukung MCGL turun dari 214,4 menjadi 95,7 per 100.000 persalinan sepanjang 2024 hingga 2025 di 26 fasilitas kesehatan. Selain itu, angka kematian neonatal juga menurun dari 16,2 menjadi 15,5 per 1.000 kelahiran hidup.

Program tersebut juga melibatkan lebih dari 300 kader kesehatan masyarakat yang telah melakukan lebih dari 6.000 kunjungan rumah dan menjangkau lebih dari 16.000 warga.

Baca Juga: Dekranasda Anambas Temukan Banyak UMKM Belum Miliki Legalitas Usaha

Provinsi Banten turut menunjukkan perkembangan signifikan dalam memperluas cakupan program. Saat ini, sebanyak 134 fasilitas kesehatan telah bergabung dalam kolaborasi peningkatan mutu di berbagai kabupaten.

Dari total tersebut, 46 fasilitas awal mendapat dukungan pemerintah AS, sementara pemerintah daerah secara mandiri memperluas program ke 88 fasilitas tambahan dengan memanfaatkan sistem dan sumber daya pemerintah Indonesia.

Pemerintah Provinsi Banten dinilai kini berada pada posisi strategis untuk melanjutkan dan memperluas intervensi kesehatan ibu dan bayi baru lahir di bawah kepemimpinan penuh pemerintah daerah.

Kegiatan itu turut dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri dari pejabat Kementerian Kesehatan, pemimpin daerah tingkat provinsi dan kabupaten, tenaga kesehatan garda depan, hingga kader kesehatan masyarakat.

Selain sambutan dari Direktur Jenderal Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, acara juga diisi penyerahan simbolis hasil program kepada pemerintah provinsi dan kabupaten serta gallery walk interaktif yang menampilkan inovasi layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Program MCGL dijadwalkan berakhir pada Mei 2026. Meski demikian, pemerintah AS menyatakan dukungannya terhadap sektor kesehatan Indonesia akan tetap berlanjut melalui Strategi Kesehatan Global America First. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Program Kesehatan Ibu dan Bayi #kemenkes #as #Kedubes AS di Jakarta