Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target, Presiden Prabowo: Terima Kasih Mentan Andi Amran 

JawaPos • Minggu, 17 Mei 2026 | 12:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat peresmian operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Foto: Jawa Pos
Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat peresmian operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Foto: Jawa Pos

batampos – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas keberhasilan mewujudkan swasembada pangan nasional hanya dalam waktu satu tahun.

Capaian tersebut dinilai melampaui target pemerintah yang sebelumnya dipatok empat tahun.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (16/5/2026).

Baca Juga: Efek Rupiah Melemah, Ancaman PHK Massal Mengintai

“Kita swasembada pangan. Perjuangan yang tidak ringan. Kita negara besar dengan 287 juta rakyat. Menjamin pangan 287 juta orang bukan pekerjaan ringan, tapi kita berhasil,” kata Prabowo.

Presiden menegaskan ketahanan pangan menjadi tanggung jawab utama pemerintah. Karena itu, ia memberikan mandat langsung kepada Mentan Amran dan jajaran Kementerian Pertanian untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.

“Saya beri tugas Menteri Pertanian dan semua timnya, saya minta swasembada pangan dalam empat tahun. Mereka bisa hasilkan dalam satu tahun,” ujarnya.

Prabowo juga mengaku terkesan dengan kapasitas dan pengalaman Amran dalam memahami persoalan pertanian nasional.

“Saya tidak tahu bagaimana saya bisa ketemu seorang seperti Andi Amran Sulaiman. Saya tanya dua tiga pertanyaan, ternyata pemikirannya bagus,” tutur Prabowo.

Baca Juga: Kapolri: Polri Sudah Miliki 1.376 Dapur MBG, Layani 3,44 Juta Orang

Menurut Presiden, Amran memahami persoalan pangan secara menyeluruh karena memiliki pengalaman sebagai Menteri Pertanian, pelaku usaha, sekaligus berasal dari keluarga petani.

Pangan Disebut Soal Kelangsungan Bangsa

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan persoalan kelangsungan hidup bangsa.

Karena itu, pemerintah memilih memperkuat produksi dalam negeri dibanding bergantung pada impor.

“Saya tidak memandang pangan sekadar komoditas, tapi survival suatu bangsa. Jadi saya tidak ikut paham yang mengatakan beras dan jagung lebih efisien kalau impor,” tegasnya.

Prabowo menyebut keberhasilan Indonesia menjaga stok dan produksi pangan kini membuat sejumlah negara mulai meminta pasokan beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.

Baca Juga: Ekonom Kritik Santainya Presiden Prabowo Respons Pelemahan Rupiah

“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita,” katanya.

Meski demikian, Presiden memastikan kepentingan rakyat dan kesejahteraan petani tetap menjadi prioritas utama pemerintah dalam kebijakan pangan nasional.

“Yang utama kita amankan rakyat dulu. Jangan petani kita korban. Harga harus minimal untung,” ujarnya.

 

Produksi Beras Naik

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Cadangan beras pemerintah pada 2026 juga disebut telah mencapai 5,3 juta ton.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji 2026, PPIH Matangkan Skema Murur untuk Jemaah Lansia

Peningkatan produksi tersebut didorong sejumlah kebijakan pemerintah, seperti penambahan pupuk subsidi menjadi 8,55 juta ton, penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, hingga penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram.

Selain itu, Kementerian Pertanian Republik Indonesia juga menjalankan sejumlah program strategis, mulai dari optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, pompanisasi, penyediaan benih unggul, hingga modernisasi alat dan mesin pertanian.

Pemerintah optimistis momentum kebangkitan sektor pertanian nasional akan terus berlanjut dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu lumbung pangan dunia. (*)

Editor : M Tahang
#Mentan Andi Amran Sulaiman #Presiden Prabowo Subianto #swasembada pangan