Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Iran Kecam Serangan AS di Bandar Abbas, Tuding Langgar Gencatan Senjata

jpg • Jumat, 29 Mei 2026 | 09:01 WIB
Ilustrasi serangan AS ke Iran terekam kamera. (Platform X)
Ilustrasi serangan AS ke Iran terekam kamera. (Platform X)

batampos – Pemerintah Iran mengecam keras serangan militer Amerika Serikat di dekat Bandar Abbas, Iran selatan, dan menuduh Washington kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut serangan yang terjadi pada Kamis (28/5) dini hari itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Iran menilai serangan tersebut merupakan agresi terhadap integritas teritorial dan kedaulatan nasional,” ujar Baghaei dalam pernyataannya.

Ia mendesak Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah hukum dan meminta pertanggungjawaban Amerika Serikat atas serangan tersebut.

Selain itu, Iran juga menuduh Washington berulang kali melanggar gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 8 April lalu. Pelanggaran itu disebut mencakup serangan terhadap kapal dagang di kawasan Teluk hingga operasi militer terbaru di wilayah selatan Iran.

Baghaei menegaskan Iran siap mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan negara sesuai Pasal 51 Piagam PBB.

Dalam kesempatan yang sama, Iran turut mengecam pernyataan sejumlah pejabat AS yang dinilai mengandung ancaman terhadap Iran dan negara-negara di kawasan, termasuk Oman.

Menurut Baghaei, ancaman penghancuran terhadap negara anggota PBB seperti Oman merupakan bentuk normalisasi intimidasi dan pelanggaran hukum internasional.

Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan pasukan Amerika telah menembak jatuh empat drone Iran di dekat Selat Hormuz dan menyerang stasiun kendali drone Iran di Bandar Abbas.

Pihak AS menyebut tindakan tersebut bersifat defensif dan dilakukan untuk mempertahankan gencatan senjata.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengaku telah meluncurkan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan udara AS di Kuwait.

Media semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, melaporkan serangan itu dilakukan beberapa jam setelah serangan udara AS menghantam wilayah dekat Bandara Bandar Abbas.

Ketegangan terbaru ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung untuk mencapai kesepakatan permanen pascakonflik sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu.

Konflik tersebut bermula setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang kemudian dibalas dengan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah serta penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata sempat diberlakukan melalui mediasi Pakistan pada 8 April, meski hingga kini belum menghasilkan penyelesaian permanen. Presiden AS, Donald Trump, diketahui memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap memberlakukan pembatasan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan pelabuhan Iran. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Iran Tuduh Pentagon #Langgar Gencatan Senjata