Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

UEA Buka 500 Lowongan Kerja untuk PMI di Sektor Perhotelan, Lulusan Baru Berpeluang Direkrut

Antara • Rabu, 3 Juni 2026 | 20:20 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi peluang kerja luar negeri, migrasi aman, dan literasi keuangan bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI), sekaligus meluncurkan Buku Saku Literasi Keuangan Calon PMI bertema “Pekerja Migran Cerdas Finansial, Menuju Indonesia Maju”. F. ANTARA/HO-Humas OJK Sulawesi Tengah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi peluang kerja luar negeri, migrasi aman, dan literasi keuangan bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI), sekaligus meluncurkan Buku Saku Literasi Keuangan Calon PMI bertema “Pekerja Migran Cerdas Finansial, Menuju Indonesia Maju”. F. ANTARA/HO-Humas OJK Sulawesi Tengah.

batampos – Pemerintah Indonesia membuka peluang penempatan sekitar 500 pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor perhotelan dan pariwisata di Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UEA). Kesempatan tersebut muncul seiring rencana beroperasinya sebuah resor berskala besar pada 2027.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mengatakan peluang tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar kerja bagi PMI di UEA, khususnya pada sektor hospitality yang terus berkembang.

“Sektor hospitality merupakan salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya perluasan penempatan pekerja migran di UEA, sejalan dengan komunikasi dan pemetaan peluang yang sebelumnya telah dilakukan bersama Duta Besar RI untuk UEA,” kata Christina dalam pertemuan daring dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai, Rabu.

Berdasarkan keterangan Kementerian P2MI, resor yang tengah dibangun di Ras Al Khaimah itu dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027. Fasilitas yang disiapkan meliputi 1.530 kamar hotel, 15 restoran, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan sekitar 9.500 tenaga kerja dari berbagai negara. Pada tahap awal, tersedia sekitar 500 posisi yang diprioritaskan untuk tenaga kerja Indonesia di berbagai bidang perhotelan.

Baca Juga:  Polisi Belum Ungkap Identitas Bayi yang Ditemukan Tewas di Pantai Sekilak

Menurut Christina, peluang tersebut menjadi kabar baik bagi lulusan sekolah maupun perguruan tinggi pariwisata di Indonesia, termasuk mereka yang baru menyelesaikan pendidikan dan belum memiliki pengalaman kerja yang panjang.

“Peluang tersebut menjadi kabar baik bagi lulusan sekolah dan perguruan tinggi pariwisata di Indonesia yang selama ini sering menghadapi kendala persyaratan pengalaman kerja pada proses rekrutmen internasional,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses rekrutmen, KJRI Dubai akan memfasilitasi pertemuan daring antara pihak pengelola resor dengan sejumlah sekolah dan perguruan tinggi pariwisata di Indonesia pada 17 Juni mendatang.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan penyelenggaraan bursa kerja atau job fair guna mempercepat proses seleksi dan penempatan tenaga kerja Indonesia.

Christina mengatakan pihaknya akan mengidentifikasi sekolah-sekolah pariwisata yang memiliki rekam jejak baik dalam menghasilkan lulusan siap kerja agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami akan mengidentifikasi dan mengundang sekolah-sekolah pariwisata yang memiliki rekam jejak baik dalam menghasilkan lulusan siap kerja. Semakin banyak institusi yang terlibat, semakin besar pula peluang bagi putra-putri Indonesia untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja yang tersedia,” katanya.

Meski peluang kerja terbuka lebar, Christina menegaskan seluruh proses rekrutmen dan penempatan harus dilakukan melalui jalur resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, pemerintah akan memastikan proses penempatan menggunakan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memiliki izin resmi sehingga aspek pelindungan PMI dapat terjamin.

Baca Juga: Waduh! Situs SPMB Kepri Dipastikan Palsu?

“Selaku regulator kami akan menjelaskan mekanisme penempatan PMI. Kami ingin memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai prosedur dan menggunakan P3MI yang memiliki izin, sehingga pelindungan PMI terjamin dan ada pihak yang bertanggung jawab jika terjadi permasalahan,” ujarnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Dubai, Denny Lesmana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian P2MI untuk memastikan seluruh proses rekrutmen dan penempatan tenaga kerja berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Menurut Denny, minat pengelola resor untuk merekrut tenaga kerja Indonesia tidak terlepas dari pengalaman positif mereka terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Direktur operasional mereka pernah bekerja di Bali dan Jakarta sehingga memahami kualitas, etos kerja, serta kemampuan tenaga kerja Indonesia. Mereka menyambut baik keinginan Indonesia untuk berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di proyek tersebut,” katanya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#pekerja migran Indonesia #Lowongan Kerja UEA #Hospitality #Ras Al Khaimah #pmi