Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul 50 Persen untuk Jamaah Haji Indonesia pada 2027

jpg • Sabtu, 6 Juni 2026 | 12:31 WIB
Jamaah Haji Indonesia berdoa usai melontar jumrah Aqabah. Otoritas Saudi pertimbangkan opsi tanazul separuh jamaah haji Indonesia pada musim haji 2027. (Bayu Putra/JawaPos.com)
Jamaah Haji Indonesia berdoa usai melontar jumrah Aqabah. Otoritas Saudi pertimbangkan opsi tanazul separuh jamaah haji Indonesia pada musim haji 2027. (Bayu Putra/JawaPos.com)

batampos – Pemerintah Arab Saudi mempertimbangkan penerapan skema tanazul bagi 50 persen jamaah haji Indonesia pada musim haji 2027. Langkah ini menjadi salah satu opsi untuk mengurangi kepadatan jamaah di Mina yang selama ini menghadapi keterbatasan kapasitas.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Fattah Al-Mashat, dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, Kamis (4/6).

Salah satu fokus pembahasan adalah evaluasi manajemen pergerakan jamaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Baca Juga: Wakapolda Kepri Tegaskan Seleksi Polri Bersih, Peserta Diminta Waspadai Calo

Menurut Dahnil, otoritas Saudi secara khusus menyoroti keterbatasan kapasitas tenda di Mina dan berkomitmen mencari solusi yang lebih efektif untuk musim haji mendatang.

“Itu kalau jamaah haji bisa ditanazulkan 50 persen, mereka akan mempertimbangkan,” ujar Dahnil usai pertemuan.

Skema tanazul merupakan mekanisme yang memungkinkan jamaah menginap di hotel-hotel yang berada di sekitar kawasan Jamarat, seperti Syisyah dan Raudhah, sebagai pengganti mabit di tenda Mina. Kebijakan ini dinilai dapat mengurangi kepadatan jamaah secara signifikan.

Dahnil menjelaskan, area Mina yang dialokasikan untuk jamaah Indonesia hanya sekitar 12,6 hektare. Dengan jumlah jamaah yang sangat besar setiap tahun, ruang yang tersedia bagi setiap orang menjadi sangat terbatas.

Baca Juga: Kejagung Bongkar Proyek Motor Listrik Rp1 Triliun di BGN, Vendor Disebut Tak Punya Dealer dan Bengkel Aktif

“Luas Mina untuk jamaah Indonesia hanya sekitar 12,6 hektare. Jadi sangat terbatas. Karena itu skema tanazul mungkin akan semakin dimaksimalkan,” katanya.

Dengan luas tersebut, setiap jamaah Indonesia diperkirakan hanya memperoleh ruang kurang dari 0,6 meter persegi. Angka itu belum termasuk area yang digunakan untuk fasilitas umum seperti toilet dan jalur akses menuju tenda.

Pada musim haji 2026, sekitar 20 ribu jamaah Indonesia telah mengikuti program tanazul yang difasilitasi pemerintah. Mereka ditempatkan di hotel-hotel yang berada dekat dengan kawasan Jamarat sehingga tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih nyaman.

Selain peserta program resmi, terdapat pula ribuan jamaah yang memilih menjalani tanazul secara mandiri di luar skema yang disiapkan pemerintah.

Sebagian jamaah yang menjalani tanazul tetap berupaya melaksanakan mabit di Mina dengan menghabiskan sebagian waktu malam di kawasan Jamarat sebelum kembali ke hotel tempat mereka menginap.

Jika disetujui dan diterapkan pada musim haji 2027, skema tanazul bagi separuh jamaah Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu solusi utama dalam mengatasi kepadatan di Mina sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jamaah selama menjalankan ibadah haji. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Skema Tanazul #arab saudi