Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Malaysia Jadi Penyumbang Wisman Terbesar ke Indonesia, Kunjungan Tembus 298 Ribu pada Mei 2026

jpg • Kamis, 2 Juli 2026 | 09:01 WIB
Wisatawan mancanegara berlibur di pulau Dewata Bali. (Istimewa)
Wisatawan mancanegara berlibur di pulau Dewata Bali. (Istimewa)

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Malaysia masih menjadi negara penyumbang wisatawan mancanegara (wisman) terbesar ke Indonesia pada Mei 2026. Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisman mencapai 1,38 juta kunjungan, meningkat 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan wisatawan asal Malaysia mendominasi kunjungan ke Indonesia dengan 298,21 ribu kunjungan, atau sekitar 21,58 persen dari total wisman selama Mei 2026.

"Selama Mei 2026, mayoritas kunjungan wisman merupakan pemegang paspor Malaysia sebanyak 298,21 ribu kunjungan atau 21,58 persen," ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7).

Setelah Malaysia, posisi berikutnya ditempati Australia dengan 155,03 ribu kunjungan atau 11,22 persen, disusul Singapura sebanyak 136,74 ribu kunjungan atau 9,89 persen.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,07 juta kunjungan, meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Secara kumulatif, sepanjang periode Januari-Mei 2026, angka kunjungan wisman mencapai 6,07 juta kunjungan atau naik 7,68 persen," kata Ateng.

Sementara itu, aktivitas perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 106,16 juta perjalanan, naik 8,69 persen dibandingkan Mei 2025.

Sepanjang lima bulan pertama tahun ini, perjalanan wisatawan domestik tercatat mencapai 523,22 juta perjalanan, atau tumbuh 2,86 persen secara kumulatif.

Dari sisi moda transportasi, kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan jumlah keberangkatan mencapai 46,96 juta penumpang, meningkat 4,17 persen secara tahunan.

Kenaikan juga terjadi pada angkutan laut domestik yang melayani 2,66 juta penumpang, naik 6,45 persen, serta layanan penyeberangan ASDP yang mencatat 4,51 juta penumpang, atau meningkat 16,66 persen.

Sebaliknya, jumlah penumpang angkutan udara domestik mengalami penurunan 9,22 persen menjadi 4,11 juta penumpang. Penumpang penerbangan internasional juga turun 6,41 persen menjadi 1,65 juta penumpang.

Data BPS tersebut menunjukkan sektor pariwisata Indonesia masih mencatat pertumbuhan positif, ditopang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara maupun tingginya mobilitas wisatawan domestik, meski transportasi udara mengalami perlambatan. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Badan Pusat Statistik #wisman