batampos – Dunia pendidikan memasuki babak baru seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi digital. Menyikapi perubahan tersebut, PT Epson Indonesia mengajak sekolah-sekolah di Indonesia mulai membangun ekosistem Smart Classroom agar proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa depan.
Komitmen itu diwujudkan melalui seminar bertajuk "Membangun Kelas Digital Melalui Integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Teknologi Interaktif" yang digelar bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) DIY.
Kegiatan tersebut dihadiri kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan dari berbagai sekolah di Yogyakarta. Selain menjadi forum berbagi pengetahuan, seminar ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan praktik penerapan teknologi digital dalam mendukung proses belajar yang lebih efektif dan berpusat pada peserta didik.
Baca Juga: Pemko Batam Ajak Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir, Pinjaman hingga Rp300 Juta Berbunga 4 Persen
Pelaksana Tugas Kepala Balai Tekkomdik DIY, Drs. Raden Suci Rahmadi, M.I.P., mengatakan transformasi pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau sekolah. Dibutuhkan kolaborasi erat dengan dunia usaha agar inovasi teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Transformasi pendidikan membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku industri. Sinergi seperti ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.
Menurutnya, perkembangan AI dan teknologi digital telah mengubah cara siswa belajar maupun guru mengajar. Karena itu, sekolah perlu mulai beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pembelajaran tanpa menghilangkan peran guru sebagai pusat pembinaan karakter peserta didik.
Sebagai perusahaan teknologi, Epson Indonesia menghadirkan berbagai solusi visual untuk mendukung terciptanya ruang belajar modern. Mulai dari proyektor layar besar, Epson Educart yang memudahkan perpindahan perangkat antarkelas, hingga proyektor interaktif Ultra Short Throw yang memungkinkan guru dan siswa menulis serta berinteraksi langsung di layar menggunakan pena digital maupun sentuhan jari.
Baca Juga: Kuasa Hukum: Febrie Adriansyah Ditahan 20 Hari di Rutan KPK
Head of Corporate & Government Sales PT Epson Indonesia, Zanipar S.A. Siadari, mengatakan konsep Smart Classroom bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi, melainkan membangun pengalaman belajar yang lebih inklusif sehingga seluruh siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan optimal.
"Bagi Epson, Smart Classroom bukan sekadar menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu menciptakan pengalaman belajar yang setara, di mana setiap siswa dapat melihat materi dengan jelas, berpartisipasi secara aktif, dan memahami pembelajaran dengan lebih baik. Kami percaya teknologi visual memiliki peran penting dalam mendukung transformasi pendidikan yang berkelanjutan di Indonesia," katanya.
Dalam seminar tersebut, Epson juga membagikan berbagai strategi membangun kelas digital, mulai dari penataan ruang belajar, pemanfaatan media pembelajaran interaktif, hingga pemilihan perangkat visual yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Peserta turut memperoleh pengalaman langsung melalui demonstrasi teknologi Smart Classroom yang dipandu Product Marketing Manager Visual Instrument PT Epson Indonesia, Hesti Astina. Simulasi tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi visual mampu meningkatkan interaksi di kelas sekaligus mempermudah guru menyampaikan materi secara lebih menarik.
Baca Juga: Kuasa Hukum Don Ritto Siapkan Praperadilan atas Penyitaan Uang dan Emas 74 Kilogram
Sementara itu, Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran Balai Tekkomdik Disdikpora DIY, Oki Pambudi, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab. Menurutnya, kecerdasan buatan seharusnya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan menggantikan peran pendidik.
Selain seminar, Epson juga memperkenalkan berbagai produk pendukung digitalisasi sekolah, seperti proyektor 3LCD seri EB-E600 dan EB-X600 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 53 persen, proyektor EB-W56S Short Throw, proyektor interaktif laser EB-770Fi, printer EcoTank A4 dan A3, scanner dokumen seri ES-C330, ES-C320W, ES-C380W, hingga proyektor laser EB-PU2220B berkecerahan 20.000 lumen untuk auditorium dan ruang pertemuan berskala besar.
Melalui sinergi bersama Balai Tekkomdik DIY, Epson berharap semakin banyak sekolah mampu memanfaatkan teknologi digital sesuai kebutuhan masing-masing. Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri diyakini menjadi kunci dalam mempercepat transformasi pendidikan nasional menuju ekosistem Smart School yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan. (*)
Editor : M Tahang