Hari Kedua Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Nihil, Area SAR Diperluas

jpg • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 21:01 WIB
Tim SAR Gabungan memutuskan menghentikan sementara operasi SAR 5 jurnalis dan 3 kru speed boat pada Selasa malam (8/9). Pencarian berlanjut hari ini (9/9) dengan target perluasan area. (Basarnas)
Tim SAR Gabungan memutuskan menghentikan sementara operasi SAR 5 jurnalis dan 3 kru speed boat pada Selasa malam (8/9). Pencarian berlanjut hari ini (9/9) dengan target perluasan area. (Basarnas)

batampos – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang di perairan Selat Sunda belum membuahkan hasil hingga hari kedua, Rabu (9/9/2026).

Tim SAR Gabungan pun berencana memperluas area pencarian untuk menemukan delapan orang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan tujuh Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan dalam operasi pencarian hari kedua. Tim dibagi ke sejumlah sektor untuk memperluas cakupan pencarian.

“Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Al Amrad.

Operasi SAR melibatkan Kantor SAR Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, keluarga korban, nelayan, serta masyarakat setempat.

Sejumlah armada dan peralatan dikerahkan, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, serta drone thermal. Tim juga menggunakan berbagai peralatan pendukung untuk pencarian di laut, medis, komunikasi, dan kebutuhan lainnya.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kondisi cuaca di wilayah pencarian pada Rabu terpantau cerah berawan. Angin bergerak dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

“Hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya. Kami berharap delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” ujar Al Amrad.

Tim SAR juga mempertimbangkan kondisi Gunung Anak Krakatau dalam menentukan strategi pencarian. Material debu vulkanik yang cukup tebal menjadi salah satu faktor keselamatan yang harus diperhatikan bagi seluruh personel.

“Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” katanya.

Hingga pukul 15.22 WIB, SRU 5 menggunakan KP Sanjaya masih melakukan penyisiran berdasarkan titik koordinat pada SAR Map. Namun, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), anak buah kapal (ABK); Heriyanto (49), guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Tim SAR akan kembali mengevaluasi hasil operasi pencarian hari kedua untuk menentukan strategi berikutnya, termasuk kemungkinan memperluas area pencarian pada Kamis (10/9/2026).

Rekomendasi judul: “Hari Kedua Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Nihil, Area SAR Diperluas”. Judul ini paling kuat karena langsung menyampaikan perkembangan terbaru sekaligus langkah berikutnya dari Tim SAR.

Editor : Jamil Qasim
Pencarian 8 Orang Hilang SAR Diperluas