Jepang Kerahkan 3 Helikopter CH-47 ke Kalimantan Barat

jpg • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 20:58 WIB
Helikopter CH-47 Chinook milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) yang akan dikirim ke Indonesia bantu tangani karhutla Kalimantan. (@ModJapan_en)
Helikopter CH-47 Chinook milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) yang akan dikirim ke Indonesia bantu tangani karhutla Kalimantan. (@ModJapan_en)

batampos – Jepang mengirim tiga helikopter angkut berat CH-47 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang (Ground Self-Defense Force/GSDF) ke Indonesia untuk membantu operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Penugasan ini menjadi operasi pemadaman kebakaran pertama yang dilakukan Pasukan Bela Diri Jepang di luar negeri.

Kapal angkut Kunisaki milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang membawa tiga helikopter tersebut tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada Kamis (10/9). Sebanyak sekitar 350 personel Pasukan Bela Diri Maritim dan Darat Jepang ikut diterjunkan dalam misi kemanusiaan tersebut.

Operasi pemadaman dijadwalkan berlangsung selama sekitar satu pekan mulai Minggu (13/9). Tiga helikopter CH-47 akan mendukung operasi udara bersama militer Indonesia dengan mengambil air dari sungai sebelum menjatuhkannya ke titik-titik kebakaran.

Mampu Angkut Hingga 5 Ton Air Sekali Terbang

Setiap helikopter CH-47 memiliki kapasitas mengangkut sekitar lima ton air dalam satu kali penerbangan. Kemampuan ini dinilai efektif untuk mempercepat upaya pemadaman di kawasan hutan dan lahan gambut yang terdampak kebakaran.

"Kami akan melakukan segala upaya" untuk menjalankan misi tersebut demi membantu masyarakat yang terdampak, kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Jepang.

Data pemerintah menunjukkan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sepanjang Januari hingga Juli tahun ini telah menghanguskan sekitar 2.000 kilometer persegi kawasan hutan dan lahan gambut.

Pemerintah Indonesia berharap dukungan Jepang dapat mempercepat respons penanganan karhutla sekaligus meningkatkan efektivitas operasi pemadaman dari udara.

Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Jepang Makin Erat

Misi kemanusiaan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama yang ditandatangani Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin pada Mei lalu.

Kesepakatan tersebut mencakup perluasan kerja sama pertahanan, mulai dari latihan militer bersama hingga operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Kapal angkut Kunisaki, kapal kelas Osumi berbobot sekitar 8.900 ton, sebelumnya bertolak dari Pangkalan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di Kure, Prefektur Hiroshima, pada 30 Agustus sebelum tiba di Kalimantan Barat.

CH-47 Pernah Digunakan Saat Krisis Fukushima

Bagi Jepang, penggunaan helikopter CH-47 dalam misi kemanusiaan bukan hal baru. Armada ini pernah dikerahkan saat krisis Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi pada 2011.

Kala itu, helikopter CH-47 digunakan untuk menjatuhkan air ke reaktor nuklir yang mengalami gangguan pendinginan setelah gempa bumi dan tsunami besar melanda Jepang.

Melalui operasi di Kalimantan Barat, Jepang tidak hanya menjalankan misi pemadaman karhutla pertamanya di luar negeri, tetapi juga memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia dalam bidang pertahanan, bantuan kemanusiaan, dan penanggulangan bencana. (*)

Editor : Putut Ariyo
Kalimantan Barat CH-47 indonesia karhutla jepang