1.096 Siswa SMPK PENABUR Belajar Kehidupan dan Budaya Suku Tengger di Bromo

JawaPos • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 23:30 WIB

 

Gunung Bromo di kawasan TNBTS, Jawa Timur. (JawaPos)
Gunung Bromo di kawasan TNBTS, Jawa Timur. (JawaPos)

batampos - Sebanyak 1.096 siswa SMPK PENABUR Jakarta mengikuti kegiatan Spirit of Adventure di Desa Tosari, kawasan kaki Gunung Bromo, Jawa Timur, pada 9-21 September 2026.

Selama kegiatan, para siswa tidak hanya belajar di luar kelas, tetapi juga tinggal bersama warga untuk mengenal kehidupan dan budaya masyarakat Suku Tengger secara langsung.

Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas 8 dari 17 SMPK PENABUR Jakarta. Mereka melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Malang menggunakan kereta api, sebelum melanjutkan perjalanan ke Desa Tosari.

Kepala Jenjang SMPK PENABUR Jakarta Ferry Marwanti mengatakan pengalaman tinggal bersama masyarakat desa menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran siswa.

“Bersyukur dengan cara belajar tinggal bersama penduduk di desa, jauh berbeda dengan kehidupan siswa yang tinggal di kota besar,” katanya.

“Pada kegiatan di desa, setiap siswa akan tinggal bersama dengan ayah dan ibu baru. Di sini rasa simpati dan empati mereka dilatih, kemudian jiwa kemandirian turut diasah. Lalu, siswa diajak menghargai alam ciptaan Tuhan lewat renungan pagi di alam terbuka,” jelas Ferry.

Selama berada di Tosari, siswa tinggal di rumah penduduk dan mengikuti berbagai aktivitas. Mereka memanen kentang dan mengolahnya menjadi makanan, mengukur tanaman yang menyerap karbon dioksida, serta menyaksikan sejumlah kesenian, seperti Monel, Reog Ponorogo, dan Bala Gandrung.

Para siswa juga diajak menikmati matahari terbit di kawasan Gunung Bromo.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemandirian, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, dan berpikir kritis. Selain itu, pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan penghargaan terhadap keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat.

Kegiatan Spirit of Adventure juga menjadi sarana bagi siswa untuk menumbuhkan rasa syukur melalui pengalaman langsung bersama alam dan masyarakat.

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami kehidupan masyarakat secara lebih dekat. Amelia Roberta, siswa SMPK PENABUR Summarecon Bekasi, misalnya, mengikuti kegiatan pengukuran tanaman untuk mengetahui kemampuan pohon dalam menyerap karbon dioksida.

Sementara itu, Rachel Jefanya Naibaho dari SMPK 5 PENABUR mengaku pengalaman tinggal bersama warga desa memberikan perspektif berbeda dari kehidupan sehari-harinya di kota.

“Di sini dinginnya alami, kalau di rumah harus pakai AC,” ungkap Rachel.

Rachel juga menyebut kegiatan panen kentang sebagai salah satu pengalaman favoritnya. Bersama teman-teman dari sekolah berbeda, ia bekerja sama menentukan makanan yang akan dibuat, membawa bahan, membagi tugas, hingga memasaknya.

“Jadi, menurutku ini kegiatan yang berguna. Jika kita sudah besar nanti, kita jadi bisa mencari dan mengolah makanan untuk diri sendiri,” tutupnya.(*)

Editor : Cipi Ckandina
1.096 Siswa SMPK PENABUR budaya belajar