KMP Batu Mandi Terbakar di Selat Sunda, Asap Hitam Disusul Ledakan

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:01 WIB
KMP Batu Mandi terbakar di Perairan Selat Sunda pada Selasa sore (20/10). (Polda Banten)
KMP Batu Mandi terbakar di Perairan Selat Sunda pada Selasa sore (20/10). (Polda Banten)

Api Muncul dari Ruang Mesin, Evakuasi Penumpang Masih Berlangsung

batampos – Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi terbakar di perairan Selat Sunda, Selasa (20/10) sore. Seorang penumpang mengaku sempat mendengar ledakan setelah asap hitam mengepul dari bagian mesin kapal yang tengah berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

Penumpang bernama Ario Saputra mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 16.20 WIB, ketika kapal diperkirakan tinggal sekitar 15 menit lagi untuk bersandar di Pelabuhan Merak.

Menurut Ario, awalnya terlihat asap hitam mengepul dari bagian mesin. Tak lama kemudian, terdengar ledakan yang membuat penumpang panik.

“Mesin kapalnya terbakar, awalnya asap hitam mengepul, habis itu baru meledak,” kata Ario saat diwawancarai JawaPos.com.

Ario mengaku telah berhasil dievakuasi ke Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak. Ia juga menyaksikan kepanikan penumpang setelah asap dan ledakan terjadi.

Hingga pukul 18.15 WIB, api masih terlihat membakar kapal dari area dermaga. Proses evakuasi penumpang pun masih berlangsung.

Ario mengatakan dirinya baru selesai menjalani pendataan setelah berhasil dievakuasi. Sementara itu, petugas masih melakukan upaya penyelamatan terhadap penumpang lainnya.

Polisi dan BPBD Lakukan Evakuasi

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea membenarkan bahwa proses evakuasi masih berlangsung. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Banten dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut.

“Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Banten tengah melakukan upaya evakuasi di lokasi kejadian,” kata Maruli.

Menurut dia, pihak terkait masih mendata jumlah korban dan menyelidiki penyebab kebakaran.

Polisi belum menyampaikan jumlah pasti korban maupun penyebab insiden tersebut. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah petugas di lapangan memperoleh data resmi.

“Hingga saat ini, jumlah korban maupun penyebab kebakaran masih dalam proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Penyelidikan diperlukan untuk memastikan penyebab munculnya asap dan ledakan yang dilaporkan penumpang sebelum api membesar di kapal tersebut. (*)

Editor : Jamil Qasim
KMP Batu Mandi Terbakar di Selat Sunda