Penerima Beasiswa LPDP Diminta Kembali ke Indonesia

JawaPos • Dipublikasikan Rabu, 4 November 2026 | 19:00 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Nurkholisoh Ibnu Aman. (JawaPos)
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Nurkholisoh Ibnu Aman. (JawaPos)

batampos – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Nurkholisoh Ibnu Aman, mengingatkan para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar tidak melupakan tujuan utama mereka menempuh pendidikan, yakni kembali ke Indonesia dan mengabdikan ilmu pengetahuan untuk kemajuan bangsa.

Ia menegaskan, kesempatan mengenyam pendidikan melalui beasiswa LPDP merupakan amanah dari negara dan masyarakat. Karena itu, para penerima beasiswa harus membalas kepercayaan tersebut dengan integritas dan kontribusi nyata.

“Kesempatan belajar melalui beasiswa LPDP merupakan amanah dari negara dan masyarakat yang harus dijawab dengan integritas serta kontribusi nyata,” ujar Nurkholisoh dalam kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP Angkatan 286 bertajuk Bara Jenggala: Tumbuh Bersama, Menyala untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (4/11).

Nurkholisoh mengingatkan, dana beasiswa LPDP bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dihimpun dari kontribusi masyarakat, termasuk melalui pajak.

Menurutnya, tidak semua masyarakat yang ikut berkontribusi terhadap penerimaan negara memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi, terlebih hingga ke luar negeri.

Karena itu, penerima beasiswa harus memahami bahwa kesempatan tersebut bukan sekadar fasilitas untuk kepentingan pribadi. Ada tanggung jawab yang harus ditunaikan melalui pengabdian kepada bangsa.

“Beasiswa LPDP ini bukan hadiah, bukan giveaway. Ini adalah amanah dari seluruh rakyat Indonesia. Orang yang diberi amanah itu wajarnya berterima kasih, salah satunya dengan menjadi patriot. Patriot adalah orang yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para penerima beasiswa agar tetap berpegang pada komitmen awal ketika menghadapi berbagai pilihan selama menempuh pendidikan di luar negeri. Salah satunya, tawaran pekerjaan dengan penghasilan besar maupun kesempatan menetap di negara lain.

Menurutnya, peluang tersebut tidak boleh membuat penerima beasiswa mengesampingkan tanggung jawab kepada negara. Integritas dan komitmen untuk mengabdi harus tetap dijaga.

Dalam kesempatan itu, Wamenkeu menitipkan tiga pesan utama kepada para penerima beasiswa, yakni niat, giat, dan manfaat.

Niat berarti meluruskan tujuan sejak awal keberangkatan. Penerima beasiswa harus memiliki tekad untuk menuntut ilmu dan kembali ke Indonesia guna mengabdi. Niat tersebut perlu terus diingat, terutama saat menghadapi berbagai tantangan selama masa studi.

Giat berarti memiliki semangat belajar yang tinggi, terus mencari ilmu, dan tidak cepat berpuas diri. Nurkholisoh juga mengingatkan agar teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dimanfaatkan sebagai alat bantu tanpa mengabaikan integritas akademik.

Kejujuran harus tetap dijunjung tinggi, baik dalam proses pembelajaran maupun penelitian.

Sementara itu, manfaat berarti menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang dapat dibagikan dan memberikan dampak bagi orang lain. Selama berada di luar negeri, penerima beasiswa didorong aktif membangun jejaring, mengikuti diskusi, berbagi pengetahuan, serta menjalin kolaborasi dengan akademisi dan komunitas internasional.

Bekal tersebut diharapkan dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan Indonesia.

“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi yang dibutuhkan adalah orang pintar yang berintegritas, punya kepedulian, dan patriot. Dulu pahlawan berjuang dengan senjata, Anda semua bisa menjadi pahlawan dengan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

PK LPDP Angkatan 286 diikuti 214 penerima beasiswa. Jumlah tersebut terdiri atas 122 penerima beasiswa jenjang magister dan 92 penerima jenjang doktoral.

Dari total peserta, sebanyak 174 orang akan melanjutkan pendidikan di luar negeri, sedangkan 40 orang lainnya menempuh pendidikan di dalam negeri. (*)

Editor : Cipi Ckandina
Penerima indonesia lpdp beasiswa