batampos– Tujuh unit rumah warga di Sedanau, Kabupaten Natuna, habis dilalap si jago merah pada Sabtu (13/9) dini hari.
Peristiwa terjadi saat sebagian besar warga sedang terlelap tidur.
Kebakaran itu membuat panik masyarakat sekitar, sebab api cepat membesar dan merambat ke rumah lainnya yang berdempetan.
Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api semakin sulit dikendalikan.
Seorang warga setempat, Syamsul menuturkan, kebakaran bermula dari bunyi ledakan yang terdengar tidak jauh dari lokasi.
Awalnya ia mengira bunyi itu berasal dari sesuatu yang biasa, hingga kemudian muncul cahaya yang makin lama makin terang.
“Kami kira cahaya bulan, tapi semakin lama semakin besar. Rupanya itu api,” kata Syamsul saat dihubungi melalui telepon seluler.
Mengetahui ada kebakaran, Syamsul bersama beberapa rekannya segera berlari menuju lokasi.
Mereka langsung membangunkan warga yang masih tidur di dalam rumah agar bisa segera menyelamatkan diri.
“Mereka kan masih tidur, jadi kami terpaksa dobrak pintu. Yang penting mereka bisa segera keluar. Nyawa jauh lebih penting,” ungkapnya.
Syamsul menceritakan, kepanikan melanda warga karena api terus merambat dengan cepat.
Beberapa warga berusaha mengevakuasi barang-barang berharga, sementara yang lain fokus membantu proses penyelamatan penghuni rumah.
Baca Juga: Intensitas Hujan Tinggi, BMKG Ingatkan Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Kepri
Setelah memastikan penghuni rumah keluar dengan selamat, warga kemudian bergotong royong memadamkan api.
Namun, keterbatasan peralatan membuat upaya itu sangat sulit dilakukan.
“Proses pemadaman hampir tiga jam lamanya. Kami hanya pakai mesin air seadanya. Api cepat membesar karena semua bangunan dari kayu,” ujar Syamsul.
Meski akhirnya api bisa dipadamkan, tujuh rumah warga tidak dapat diselamatkan.
Bangunan rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing-puing arang.
Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran.
Namun, dugaan sementara kebakaran dipicu dari ledakan yang sebelumnya terdengar.
Sementara itu, evakuasi dan pembersihan puing kebakaran masih terus dilakukan hingga Sabtu siang.
Warga bergantian membantu menyingkirkan sisa-sisa bangunan yang hangus.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (DPKP) Kabupaten Natuna, Syawal, belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa ini. Namun, ia dijadwalkan akan meninjau langsung lokasi kebakaran.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Sedanau.
Beberapa keluarga kini kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi sementara ke rumah kerabat maupun posko darurat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan, baik berupa kebutuhan pokok maupun tempat penampungan sementara. (*)
Editor : Tunggul Manurung