Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Menhan Sjafrie Pastikan Sistem Pertahanan di Natuna Semakin Diperkuat, Tahun Depan Dapat Bantuan Alutsista Baru

Ihsan Imaduddin • Rabu, 19 November 2025 | 17:00 WIB
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin (jaket hitam) disambut langsung oleh Danlanud RSA, Marma TNI Onesmus usai tiba di Ranai, Kabupaten Natuna.
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin (jaket hitam) disambut langsung oleh Danlanud RSA, Marma TNI Onesmus usai tiba di Ranai, Kabupaten Natuna.

batampos- Minimnya perhatian terhadap wilayah terluar membuat Pemerintah Pusat kembali menguatkan perhatian pada daerah strategis, salah satunya Kabupaten Natuna.

Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa Natuna memiliki peran vital dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Menhan, posisi geografis Natuna yang berada di ujung utara Indonesia dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga menjadikan wilayah ini sebagai garda terdepan pertahanan nasional.

Ia menyebutkan kondisi tersebut tidak hanya menjadikan Natuna penting secara militer, namun juga secara geopolitik dan ekonomi. Karena itu, penguatan keamanan di Natuna menjadi keharusan.

Hal ini disampaikan Menhan Sjafrie saat mengunjungi Ranai, Kabupaten Natuna, Selasa (18/11) malam tadi. Kehadiran Menhan disambut antusias oleh masyarakat dan jajaran Forkopimda setempat.

Dalam kunjungannya, Sjafrie kembali mengingatkan bahwa Natuna harus diperlakukan sebagai wilayah prioritas mengingat posisinya yang sangat strategis.

“Natuna bukan sekadar kabupaten perbatasan, tetapi benteng utama yang menjaga pintu utara Indonesia,” ujar Menhan Sjafrie.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lengah, terutama di tengah dinamika keamanan regional yang terus berkembang. Menurutnya, Natuna harus selalu siap dalam berbagai situasi.

“Indonesia harus kuat di Natuna. Karena siapa yang menguasai titik ini, akan memiliki pengaruh besar terhadap kawasan,” tegasnya.

Selain penegasan soal posisi strategis, Menhan juga memastikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat pertahanan di Natuna.

Sjafrie mengungkapkan Tahun 2026 akan menjadi momentum penting, karena Natuna akan menerima sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru guna memperkuat sistem keamanan.

Ia menjelaskan bahwa pengadaan alutsista tersebut bukan sekadar penambahan perlengkapan, tetapi bagian dari modernisasi struktur pertahanan di wilayah perbatasan.

“Mulai 2026, Natuna akan menjadi pangkalan yang dibekali alutsista modern, baik untuk matra darat, laut, maupun udara. Semua ini dirancang untuk memastikan Natuna memiliki kemampuan deteksi dan respons yang lebih cepat,” kata Menhan.

Ia menambahkan bahwa penguatan itu juga mencakup peningkatan infrastruktur pendukung, seperti radar, pos pengamanan, dan fasilitas pangkalan yang lebih memadai.

Menurutnya, kehadiran alutsista baru tersebut akan semakin mengokohkan posisi Natuna sebagai kawasan yang aman dan siap menghadapi berbagai ancaman.

Menhan berharap masyarakat Natuna dapat mendukung penuh program penguatan pertahanan tersebut, karena keamanan negara memerlukan keterlibatan semua pihak.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah menargetkan Natuna dapat menjadi kawasan yang tidak hanya kuat secara pertahanan, namun juga berkembang secara ekonomi dan sosial. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#menhan #Sjafrie Sjamsoeddin