Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Butuh Perhatian Besar, Siswa SLB Negeri Natuna Punya Masa Depan di Dunia Kerja

batampos • Selasa, 14 Juli 2026 | 10:00 WIB
Kepala Sekolah SLB Negeri Natuna, Raja Ipulidarni di Ranai, Senin (13/7). F. Faidillah/ Batam Pos
Kepala Sekolah SLB Negeri Natuna, Raja Ipulidarni di Ranai, Senin (13/7). F. Faidillah/ Batam Pos

Batampos - Kepala Sekolah SLB Negeri Natuna, Raja Ipulidarni, mengatakan para orang tua siswanya berharap di masa depan anak-anak mereka yang lulus dari sekolah kebutuhan khusus akan dapat menemukan pekerjaan.

"Siswa berkebutuhan khusus harus mampu bersaing dengan anak-anak yang berkembang secara normal," ucap, Raja Ipulidarni di Ranai, Senin (13/7/2026).

Dia mengatakan, sekolah yang ia pimpin ini berfokus pada pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu guna mengembangkan potensi unik setiap siswa.

Baca Juga: BI Optimistis Inflasi Kepri Terkendali, Ekonomi Tetap Tumbuh di Atas Nasional

"Saat ini, anak-anak yang bersekolah di sini berasal dari daerah sekitar Pulau Bunguran besar, khususnya di Kota Ranai, Batubi Jaya, Kelarik, Cemaga dan Tanjung," sebutnya.

Ia menyebut, Sekolah Kebutuhan Khusus (SLB) ini dibangun pada tahun 2017 dan mulai beroperasi pada tahun 2018 dibawah Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.

Lanjut lagi ia mengatakan, kurikulum yang diterapkan di sekolah tersebut sangat fleksibel, mencakup mata pelajaran akademik, pelatihan keterampilan hidup, dan pembentukan karakter.

Berdasarkan jenis disabilitas, termasuk bagi penyandang gangguan penglihatan, gangguan pendengaran atau ketulian, serta disabilitas intelektual.

Baca Juga: Mortal Shell 2 Resmi Rilis 20 Agustus, Sekuel Soulslike Hadir dengan Pertarungan Lebih Brutal

"Saat ini kami memiliki 76 siswa dan untuk pendaftaran ulang akan menambah sembilan siswa lagi," sebutnya.

Di sekolah ini, siswa juga mendapatkan pelatihan rutin dalam membuat kerajinan keterampilan untuk mengasah kreativitas dan membangun landasan kemandirian dalam bekerja.

"Pelatihan vokasional SLB Negeri Natuna, yakni  memasak, laundry dan menjahit," terangnya.

Kata dia, pendidikan luar biasa tersebut semakin dipandang sebagai jalur karier masa depan yang relevan, juga harus didorong oleh peningkatan kebutuhan akan layanan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas.

"Kita punya guru sebanyak 19 orang dan hanya memiliki tiga orang guru Pendidikan Luar Biasa (PLB) dalam pendidikan khusus," sebutnya.

Guru pendidikan luar biasa berperan sebagai jembatan penting yang memastikan anak-anak disabilitas tetap mendapatkan hak mereka atas pendidikan yang setara. 

"Harapan setiap tahun ada pelatihan dan pembekalan bagi guru tidak latar belakang PLB untuk membuka wawasan mereka dan manambah pembekalan  mereka melayani anak-anak disabilitas," sebutnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#SLB Negeri Natuna #anak berkebutuhan khusus #natuna #dunia kerja