Natuna Keluarkan Rp200 Juta untuk Antar 4 ODGJ ke RSJ

Putut Ariyo • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:44 WIB
ilustrasi F. Unsplash
ilustrasi F. Unsplash

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat untuk menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Langkah ini dilakukan karena hingga kini Natuna belum memiliki fasilitas rumah sakit jiwa sendiri.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Natuna, Trisnan Saputra, mengatakan kebutuhan layanan kesehatan jiwa di daerah perbatasan tersebut cukup tinggi.

Sepanjang 2026, tercatat sekitar 200 ODGJ tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Natuna yang membutuhkan pendampingan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

"Karena kita belum memiliki RSJ, maka untuk warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kita bekerja sama dengan RSJ di Riau dan Kalimantan Barat," kata Trisnan, Rabu.

Dalam kerja sama tersebut, Pemkab Natuna menanggung biaya transportasi pasien dari Natuna menuju rumah sakit rujukan, termasuk biaya penjemputan setelah pasien menyelesaikan masa pemulihan.

Sementara itu, biaya perawatan selama menjalani rehabilitasi di rumah sakit ditanggung oleh pihak RSJ.

Menurut Trisnan, tantangan terbesar berasal dari tingginya biaya pengiriman pasien akibat kondisi geografis Natuna yang merupakan wilayah kepulauan.

Selain transportasi, proses pengiriman juga memerlukan pendampingan dari berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, petugas sosial, hingga aparat keamanan untuk memastikan keselamatan pasien selama perjalanan.

"Untuk mengantar dan menjemput itu biayanya besar. Empat orang saja bisa menghabiskan sekitar Rp200 juta. Itu baru biaya pengiriman dan penjemputan," ujarnya.

Ia menilai besarnya anggaran tersebut menjadi alasan kuat perlunya pembangunan rumah sakit jiwa di Natuna. Kehadiran fasilitas tersebut dinilai dapat memangkas biaya operasional sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan jiwa tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

Saat ini, sebagian ODGJ di Natuna masih menjalani perawatan dan pengawasan bersama keluarga di rumah. Kondisi tersebut dilakukan karena keterbatasan anggaran sehingga tidak semua pasien dapat dirujuk ke rumah sakit jiwa di luar daerah.

"Kalau ada RSJ di Natuna tentu penanganannya akan lebih mudah. Keluarga juga tidak perlu membawa anggota keluarganya keluar daerah dengan biaya yang besar," kata Trisnan. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Dinas Sosial Natuna Rumah Sakit Jiwa natuna kepulauan riau odgj