497 Petani Natuna Dapat Bantuan 38.500 Bibit Kelapa dari Kementan

Antara • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:30 WIB
Foto bersama sebelum sosialisasi budidaya kelapa dalam di Natuna, Kepulauan Riau oleh Kementerian Pertanian pada Sabtu (22/8/2026). Foto: ANTARA/Muhamad Nurman
Foto bersama sebelum sosialisasi budidaya kelapa dalam di Natuna, Kepulauan Riau oleh Kementerian Pertanian pada Sabtu (22/8/2026). Foto: ANTARA/Muhamad Nurman

batampos – Sebanyak 497 petani di Kabupaten Natuna mendapat bantuan 38.500 bibit kelapa dalam dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bibit tersebut akan ditanam di lahan seluas 350 hektare sebagai bagian dari program peremajaan dan perluasan perkebunan kelapa.

Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil usulan pengembangan perkebunan kelapa dalam di wilayah Natuna. Awalnya, Pemkab Natuna mengusulkan pengembangan di lahan seluas 500 hektare.

"Kami usulkan pengembangan kelapa dalam pada lahan 500 hektare ke Kementan dan disetujui secara bertahap, hingga terakhir disetujui 350 hektare dengan bantuan bibit 38.500 bibit," kata Cen Sui Lan di Natuna, Sabtu (22/8).

Baca Juga: Polda Kepri Ikut Buru Yuwanky, DPO Bareskrim dalam Pengembangan Kasus Narkotika di THM Planet

Sebelum penyaluran bibit, para petani mendapat pendampingan dari perwakilan Kementan. Materi yang diberikan meliputi persiapan lahan, pembuatan lubang tanam, teknik penanaman hingga perawatan tanaman.

Pendampingan tersebut berlangsung di Gedung Sri Serindit, Natuna, Sabtu sore. Edukasi ini dinilai penting agar petani mampu mengoptimalkan bantuan dan memastikan bibit tumbuh dengan baik.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna Wan Syazali mengatakan, penerima bantuan tergabung dalam 34 kelompok tani.

Tak hanya bibit, petani juga mendapat pupuk serta dukungan pembiayaan untuk persiapan dan pengolahan lahan hingga proses penanaman.

"Bibit berasal dari kelapa lokal unggul dibuktikan dengan sertifikat hasil sertifikasi lembaga resmi," ujarnya.

Menurut Wan, bibit kelapa tersebut dijadwalkan mulai disalurkan pada Oktober 2026. Program itu merupakan bagian dari bantuan peremajaan dan perluasan perkebunan kelapa.

Baca Juga: Estafet Kepemimpinan Bergulir, Polresta Barelang Perkuat Kinerja dan Pelayanan

Untuk program perluasan, penanaman dilakukan di Kecamatan Bunguran Tengah dan Bunguran Batubi. Sementara program peremajaan mencakup Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Selatan, dan Bunguran Utara.

Wan menyebut Natuna menjadi daerah penerima bantuan bibit kelapa terbanyak dibandingkan tiga kabupaten lain di Kepri yang juga mendapatkan program serupa.

Ia menekankan keberhasilan pengembangan kelapa tidak hanya bergantung pada jumlah bibit yang disalurkan, tetapi juga kemampuan petani merawat tanaman sejak awal.

"Keberhasilan program hilirisasi kelapa bergantung pada tahap awal penanaman. Oleh karena itu, bimbingan ini bisa diikuti dengan baik, terutama memahami teknik pembuatan lubang tanam dan penggunaan pupuk yang tepat agar bibit kelapa dapat tumbuh optimal serta menghasilkan produksi maksimal," katanya. (*)

Editor : M Tahang
kementan Petani Natuna Bibit Kelapa