batampos - Federasi Sepak Bola Irak (IFA) resmi mengumumkan daftar 26 pemain yang akan memperkuat Timnas Irak pada Piala Dunia 2026. Pelatih Graham Arnold memadukan pemain yang berkarier di kompetisi domestik dengan sejumlah pemain diaspora yang bermain di berbagai liga Eropa.
Pengumuman skuad ini menjadi perhatian publik sepak bola Irak karena menghadirkan kombinasi pemain senior yang telah lama menjadi tulang punggung tim nasional serta talenta muda yang tengah berkembang di kompetisi Eropa.
Di posisi penjaga gawang, Graham Arnold masih mempercayakan peran utama kepada Jalal Hassan. Kiper berusia 35 tahun tersebut menjadi pemain paling senior dalam skuad dan diharapkan mampu memberikan ketenangan di bawah mistar berkat pengalaman internasional yang dimilikinya.
Selain Jalal Hassan, Irak juga membawa Fahad Talib dan Ahmed Basil untuk memperkuat sektor penjaga gawang. Ketiganya diproyeksikan menciptakan persaingan sehat selama turnamen berlangsung.
Pada lini pertahanan, Irak mengandalkan sejumlah nama berpengalaman seperti Rebin Sulaka, Frans Putros, Merchas Doski, dan Hussein Ali. Kehadiran para pemain tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga soliditas pertahanan tim.
Frans Putros menjadi salah satu pemain yang menarik perhatian publik Indonesia. Bek yang saat ini memperkuat Persib Bandung kembali mendapatkan kepercayaan untuk membela negaranya di panggung sepak bola terbesar dunia. Pengalaman bermain di level klub dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi lawan-lawan berkualitas tinggi.
Baca Juga: Rupiah Tertekan di Awal Juni 2026, Dolar AS dan Dolar Singapura Kian Menguat
Sementara itu, Merchas Doski yang bermain di Republik Ceko dan Hussein Ali yang berkarier di Polandia diharapkan mampu menambah kualitas pertahanan Irak, terutama dalam menghadapi tekanan dari tim-tim elite dunia.
Di lini tengah, Graham Arnold memiliki sejumlah opsi yang menjanjikan. Nama-nama seperti Amir Al-Ammari, Kevin Yakob, Zidane Iqbal, Aimar Sher, dan Ibrahim Bayesh diproyeksikan menjadi motor permainan tim.
Zidane Iqbal menjadi salah satu pemain yang paling disorot. Gelandang muda yang berkarier di Belanda tersebut dinilai sebagai representasi generasi baru sepak bola Irak. Kemampuannya dalam mengatur tempo permainan, menjaga penguasaan bola, dan membangun serangan membuatnya diprediksi memegang peran penting sepanjang turnamen.
Kevin Yakob dan Aimar Sher juga memberikan alternatif taktik yang berbeda di lini tengah. Fleksibilitas mereka diyakini dapat membantu Arnold menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan pertandingan.
Di sektor penyerangan, Irak tetap mengandalkan sejumlah pemain yang telah dikenal luas di level Asia. Aymen Hussein, Mohanad Ali, Ali Al-Hamadi, Ali Jassim, dan Ali Yousef masuk dalam daftar pemain depan yang dibawa ke turnamen.
Aymen Hussein masih menjadi salah satu tumpuan utama lini serang Irak. Penyerang berusia 30 tahun tersebut dikenal memiliki kemampuan duel udara yang kuat serta insting mencetak gol yang tajam.
Di sisi lain, Ali Al-Hamadi menjadi salah satu harapan baru bagi skuad Irak. Penyerang yang berkarier di Inggris itu menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa musim terakhir. Kecepatan, mobilitas, dan kemampuan penyelesaian akhirnya membuatnya layak menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan.
Baca Juga: Pecinta Kuliner Merapat! 5 Rekomendasi Nasi Uduk Terenak di Batam
Irak akan menghadapi tantangan berat di fase grup. Mereka dijadwalkan bertemu Norwegia pada laga pembuka sebelum menghadapi Prancis dan Senegal.
Pertandingan melawan Norwegia dipandang sebagai laga krusial untuk membuka peluang lolos ke babak berikutnya. Hasil positif pada laga pertama dapat menjadi modal penting sebelum menghadapi Prancis yang berstatus salah satu kandidat kuat juara.
Sementara itu, laga melawan Senegal juga diperkirakan berlangsung sengit mengingat wakil Afrika tersebut memiliki kekuatan fisik, kecepatan, dan organisasi permainan yang solid.
Dengan kombinasi pemain lokal, talenta diaspora, serta pengalaman Graham Arnold sebagai pelatih, Irak datang ke Piala Dunia 2026 dengan optimisme tinggi. Meski tidak masuk dalam jajaran favorit juara, skuad Singa Mesopotamia diyakini memiliki potensi untuk memberikan kejutan dan bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Kini perhatian publik Irak tertuju pada perjalanan tim nasional mereka. Skuad yang diumumkan IFA menunjukkan bahwa Irak siap menghadapi tantangan besar dan berupaya mencatatkan sejarah baru di panggung Piala Dunia. (*)
Editor : Putut Ariyo