Porprov VI Kepri Masuk Tahap Akhir, 3.250 Peserta Diverifikasi

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:41 WIB
KONI Kepri saat Rapat koordinasi penetapan Venue, (31/8) F. Arsip KONI Kepri untuk Batam Pos
KONI Kepri saat Rapat koordinasi penetapan Venue, (31/8) F. Arsip KONI Kepri untuk Batam Pos

 
batampos - Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 memasuki tahap akhir administrasi peserta. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri kini memproses entry by name setelah menetapkan jumlah peserta melalui tahapan entry by number.

Sekretaris Umum KONI Provinsi Kepri Dr. Suyono mengatakan, proses entry by number telah diselesaikan. Tahapan berikutnya memastikan nama atlet, pelatih, dan ofisial yang akan berlaga dalam Porprov VI Kepri.

“Secara tahapan terakhir sudah masuk pada entry by number,” kata Suyono saat diwawancarai, Rabu (2/9).

Menurut Suyono, KONI Kepri sebelumnya telah melakukan pleno untuk menetapkan hasil tahapan tersebut. Pleno digelar pada 26 Agustus 2026.

Baca Juga: DPRD Minta KONI Batam Cegah Atlet Berprestasi Pindah Daerah

Kini, proses berlanjut pada entry by name. Pada tahap ini, data peserta sudah mengarah pada identitas masing-masing atlet dan ofisial beserta kelengkapan dokumennya.

Suyono mengatakan, penerapan sistem registrasi digital sempat menghadapi kendala. Sejumlah kontingen belum memahami secara utuh dokumen yang harus dilampirkan, seperti kartu tanda penduduk (KTP), ijazah, dan dokumen persyaratan lainnya.

“Memang ada kendala karena ketidakpahaman dari masing-masing atribut dalam melampirkan bukti diri, misalnya KTP, ijazah, dan surat-surat lainnya. Tapi secara umum itu sudah terselesaikan,” ujarnya.

Sistem digital tersebut diterapkan sebagai bagian dari pembenahan administrasi peserta. Mekanismenya mengacu pada pola registrasi yang digunakan dalam ajang olahraga tingkat nasional.

Setelah entry by name selesai, KONI Kepri akan melakukan penetapan keabsahan peserta di Tanjungpinang.

Porprov VI Kepri 2026 akan mempertandingkan 30 cabang olahraga. Jumlah peserta yang telah diproyeksikan mencapai 3.250 orang, terdiri atas atlet dan ofisial.

Selain administrasi peserta, persiapan venue juga terus dimatangkan bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tanjungpinang. Sebagian besar lokasi pertandingan telah dikonfirmasi.

Namun, masih terdapat persoalan pada empat cabang olahraga yang semula direncanakan menggunakan lokasi Tanjungpinang City Center (TCC).

Empat cabang olahraga tersebut adalah karate, jujitsu, muaythai, dan barongsai. Lokasi di TCC dinilai tidak memungkinkan digunakan sehingga KONI Kepri dan panitia mempertimbangkan pemindahan venue ke gedung Dispora Tanjungpinang.

“Untuk empat cabang olahraga itu sedang kita rapatkan kembali. Setelah itu akan diputuskan lokasi kegiatannya,” kata Suyono.

Keputusan mengenai venue empat cabang olahraga tersebut akan dibahas bersama pengurus cabang olahraga dan pihak terkait sebelum ditetapkan melalui surat keputusan.

Baca Juga: KONI Kepri Optimistis Jujitsu Makin Berkembang, Targetkan Emas pada PON 2028

Selain venue, panitia juga menyiapkan sejumlah kebutuhan pendukung pertandingan. Koordinasi dilakukan dengan petugas liaison officer, instansi kesehatan, hingga penyediaan asuransi bagi peserta.

“Semua kelengkapan prasarana saat ini sudah berjalan sesuai jadwal yang telah kita lakukan,” ujarnya.

Porprov VI Kepri dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November 2026. Sejumlah pertandingan bahkan dijadwalkan dimulai sebelum seremoni pembukaan.

Menurut Suyono, pertandingan atletik diperkirakan sudah dimulai pada 29 Oktober 2026. Sementara pembukaan Porprov VI dijadwalkan pada 1 November 2026 di Tugu Sirih, Tanjungpinang.

Penutupan dijadwalkan pada 8 November 2026 di Lapangan Bola, yang akan dirangkaikan dengan pertandingan final cabang olahraga.

Dengan jadwal tersebut, waktu yang tersisa bagi panitia semakin pendek. Penetapan venue, pengesahan peserta, serta finalisasi kebutuhan pertandingan harus diselesaikan sebelum kontingen mulai berdatangan ke Tanjungpinang.

Suyono mengatakan, KONI Kepri menargetkan penetapan lokasi pertandingan dan penyampaian informasi kepada masyarakat dilakukan dalam waktu dekat.

Porprov VI Kepri juga membawa perubahan pada sistem administrasi peserta. Registrasi dilakukan secara digital melalui tahapan entry by number dan entry by name.

Sistem tersebut dirancang agar proses pendaftaran, verifikasi, hingga penetapan peserta lebih terukur. Mekanisme serupa telah digunakan dalam sejumlah agenda olahraga nasional.

“Yang baru tentunya menggunakan registrasi dan pendaftaran dengan sistem digitalisasi,” ujar Suyono.

Menurut dia, penerapan sistem digital bukan tanpa persoalan. Kontingen dari kabupaten dan kota di Kepri membutuhkan penyesuaian karena harus memastikan seluruh dokumen atlet sesuai dengan persyaratan.

Namun, setelah persoalan administrasi diselesaikan, proses entry by name kini berjalan. Tahap tersebut menjadi salah satu pintu terakhir sebelum peserta dinyatakan sah mengikuti Porprov VI Kepri 2026. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
atlet Porprov 2026 Entry by Name dispora Koni Kepri