batampos – Jorge Martin memang berstatus sebagai pemimpin klasemen sementara MotoGP 2026. Namun, pembalap Aprilia itu menolak anggapan bahwa dirinya menjadi favorit juara menjelang lanjutan Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano akhir pekan ini.
Martin saat ini unggul 19 poin atas pembalap Ducati Marc Marquez dan 24 poin dari rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi.
Meski berada di puncak klasemen, Martin mengakui masih memiliki pekerjaan rumah dari sisi kecepatan. Ia merasa belum mampu tampil dominan dalam setiap seri.
“Saya belum punya kecepatan untuk menang di setiap akhir pekan,” tuturnya.
Martin Akui Masih di Belakang Marquez dan Bezzecchi
Martin bahkan menilai dirinya masih berada di belakang dua rival terdekatnya dalam hal kecepatan.
“Saya akan terus berupaya mengejar kecepatan Marquez dan Bezzecchi,” kata Martin.
Menurut juara dunia MotoGP 2024 tersebut, peningkatan performa menjadi syarat penting jika ingin mempertahankan peluang merebut gelar juara dunia musim ini.
“Saya harus mengejar ketertinggalan itu jika ingin mengincar gelar juara, meskipun saya tahu itu tidak akan mudah,” ujarnya.
Meski mengakui masih tertinggal dalam hal kecepatan, Martin memiliki modal penting berupa konsistensi.
Ia baru mengantongi satu kemenangan musim ini, tetapi hanya dua kali gagal meraih poin.
Sebaliknya, Marc Marquez sudah mengoleksi empat kemenangan. Namun, pembalap Ducati tersebut juga empat kali gagal mendapatkan poin setelah mengalami kecelakaan atau cedera.
Catatan yang sama juga dimiliki Bezzecchi.
Konsistensi Jadi Modal Martin
Martin menyadari bahwa perolehan poin secara konsisten dapat menjadi faktor penting dalam perebutan gelar juara dunia yang berlangsung panjang.
“Saya tahu betapa pentingnya menyelesaikan balapan dan mendapat poin. Lebih baik begitu daripada cedera dan harus absen sampai empat balapan. Sekarang saya mencoba balapan dengan lebih cerdas,” lanjutnya.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan Martin dalam persaingan klasemen. Ketimbang mengambil risiko berlebihan demi kemenangan, ia berusaha memastikan tetap membawa pulang poin dari setiap balapan.
Martin juga akan menghadapi perubahan besar dalam kariernya setelah musim 2026. Ia dijadwalkan meninggalkan Aprilia dan bergabung dengan Yamaha pada musim berikutnya.
Peluang Jorge Martin di Misano
GP San Marino di Misano menjadi kesempatan bagi Martin untuk memperlebar keunggulan klasemen sekaligus membuktikan bahwa konsistensinya mampu mengimbangi kecepatan para rival.
Dengan jarak hanya 19 poin dari Marquez dan 24 poin dari Bezzecchi, persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 masih sangat terbuka.
Martin tidak ingin terbebani status sebagai pemimpin klasemen. Fokusnya adalah memperbaiki kecepatan, menyelesaikan balapan, dan terus mengumpulkan poin.
Di tengah persaingan ketat tersebut, Misano akan menjadi salah satu seri penting untuk melihat apakah Martin mampu mempertahankan keunggulannya atau Marquez dan Bezzecchi mulai memangkas jarak di papan klasemen. (*)
Editor : Putut Ariyo